RADAR MALANG - Amerika Serikat (AS) telah mengkonfirmasi bahwa jumlah pasukan militernya di Suriah kini mencapai sekitar 2.000 personel, dua kali lipat dari angka yang sebelumnya diumumkan.
Juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Pat Ryder, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melawan kelompok radikal Islamic State (ISIS) di wilayah tersebut.
Selama bertahun-tahun, AS mengklaim hanya menempatkan sekitar 900 tentara di Suriah sebagai bagian dari misi internasional untuk mengalahkan ISIS.
Baca Juga: Permukiman Ilegal Israel di Palestina Dikecam Dewan Keamanan PBB
Namun, dengan situasi yang semakin memburuk di kawasan, terutama setelah tumbangnya rezim Bashar al-Assad, AS merasa perlu untuk memperkuat kehadirannya.
Ryder menjelaskan bahwa penambahan pasukan ini dianggap sebagai langkah sementara untuk mendukung misi Defeat-ISIS dan membantu pasukan lokal dalam menjaga stabilitas.
Peningkatan jumlah pasukan ini juga mencerminkan kekhawatiran AS terhadap potensi kebangkitan ISIS di tengah ketidakpastian politik di Suriah.
Selain itu, AS juga memiliki sekitar 2.500 tentara yang ditempatkan di Irak untuk mendukung operasi melawan kelompok ekstremis tersebut.
Dengan penempatan tambahan ini, Washington berkomitmen untuk terus melawan ancaman terorisme dan memastikan bahwa ISIS tidak dapat kembali menguasai wilayah yang telah direbutnya.
Keputusan ini menunjukkan keseriusan AS dalam menghadapi tantangan keamanan di Timur Tengah dan menegaskan kembali posisinya sebagai kekuatan utama dalam perang melawan terorisme global. (rie)
Editor : Aditya Novrian