RADAR MALANG - Serangan tragis terjadi di Pasar Natal di Magdeburg, Jerman, pada Jumat (20/12) waktu setempat. Seorang pria menabrakkan mobilnya ke kerumunan yang sedang merayakan musim liburan.
Insiden ini mengakibatkan setidaknya lima orang tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka, dengan sekitar 40 di antaranya dalam kondisi serius.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Taleb Jawad al-Abdulmohsen, seorang pengungsi asal Arab Saudi berusia 50 tahun.
Ia adalah seorang ateis dan anti-Islam yang telah mendapatkan suaka di Jerman setelah melarikan diri dari Arab Saudi.
Baca Juga: Permukiman Ilegal Israel di Palestina Dikecam Dewan Keamanan PBB
Taleb berasal dari keluarga Syiah dan telah tinggal di Jerman sejak 2006 dan berpraktik sebagai psikiater di kota Bernburg, dekat Magdeburg.
Taleb cukup aktif di media sosial dengan pandangan anti-Islam dan pro-Zionisme.
Taleb menggambarkan dirinya sebagai korban penganiayaan yang meninggalkan Islam dan mengecam apa yang ia sebut sebagai "Islamisasi" Jerman.
Dalam postingan di akun X-nya, ia juga kerap mengungkapkan dukungannya terhadap Israel dan memuji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: AS Akui Tempatkan 2.000 Tentara di Suriah, Operasi Melawan ISIS Diperkuat
Bulan Oktober lalu, ia menyerukan agar orang Arab turun ke jalan mendukung pendudukan Israel tidak hanya atas Gaza dan Tepi Barat tetapi juga Lebanon.
Postingan Taleb yang lain juga menyatakan dukungan dalam pesan Benjamin Netanyahu mengenai serangan ke Suriah.
“Sebagian dari Suriah akan jadi cukup beruntung untuk menjadi bagian dari Israel,” tulisnya pada tanggal 8 Desember 2024.
Selain itu, ia bahkan mempertanyakan apakah ada cara damai untuk mencapai keadilan di Jerman.
"Apakah ada jalan menuju keadilan di Jerman tanpa meledakkan kedutaan Jerman atau membantai warga negara Jerman secara acak?” tulisnya di media sosial X bulan Agustus lalu.
Pihak berwenang Jerman menegaskan bahwa serangan ini tidak terkait dengan kelompok ekstremis Islam.
Mereka mencatat bahwa tanggal serangan bukanlah kebetulan, namun Taleb tidak dikenal terlibat dalam gerakan atau organisasi ekstrem.
Penangkapan Taleb dilakukan segera setelah insiden, dan pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut bagi masyarakat. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian