RADAR MALANG - Dalam pidatonya yang penuh kontroversi di acara AmericaFest di Phoenix, Arizona, Donald Trump menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan yang sangat membatasi hak-hak transgender.
Dengan mengusulkan serangkaian perintah eksekutif yang akan segera ditandatangani begitu ia dilantik kembali.
Dalam pidatonya yang berlangsung selama beberapa jam pada akhir pekan lalu, Trump menyatakan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya akan menetapkan dua jenis kelamin.
Baca Juga: Mantan Sekretaris Partai Komunis Tiongkok Dihukum Mati atas Kasus Korupsi Besar
Laki-laki dan perempuan sebagai satu-satunya pengakuan sah dalam kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Trump menegaskan bahwa kebijakan ini akan menjadi prinsip resmi negara, dan dia bertekad untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “kebodohan transgender” yang selama ini berkembang.
Janji ini diikuti dengan pengumuman tentang rencana untuk menandatangani perintah eksekutif yang akan melarang wanita transgender untuk berlaga dalam olahraga wanita.
Keputusan ini merupakan kelanjutan dari sikap Trump yang sebelumnya mendukung kebijakan yang membatasi partisipasi transgender di ruang olahraga.
Selain itu, Trump juga mengungkapkan rencananya untuk menandatangani perintah eksekutif yang melarang perawatan afirmasi gender untuk anak di bawah umur, yang ia sebut sebagai “pemutilasian seksual anak,” sebuah istilah yang sering digunakan oleh kalangan anti-transgender.
Ia berjanji bahwa ini akan menjadi salah satu kebijakan utama pada hari pertama masa jabatannya, dengan tujuan untuk membatasi akses remaja transgender terhadap perawatan medis yang dapat membantu mereka menjalani kehidupan sesuai dengan identitas gender mereka.
Lebih lanjut, Trump menyatakan niatnya untuk mengeluarkan kebijakan yang akan mengusir individu transgender dari militer AS.
Dengan sekitar 15.000 anggota militer yang saat ini teridentifikasi sebagai transgender, kebijakan ini akan mengklasifikasikan mereka sebagai "tidak layak bertugas," yang kemungkinan besar akan menyebabkan pemecatan mereka secara medis.
Trump juga mencetuskan rencananya untuk membatasi hak-hak transgender di lingkungan pendidikan, meskipun ia tidak memberikan penjelasan rinci tentang langkah konkret yang akan diambil.
Serangkaian pernyataan ini menggambarkan sebuah visi yang jelas mengenai arah kebijakan yang akan diambil Trump dalam pemerintahan kedua.
Ia akan berfokus pada pengurangan hak-hak individu transgender dan membatasi pengakuan terhadap identitas gender yang lebih luas. (Najwa Azelia Putri Nasution)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana