RADAR MALANG - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menunda pertemuan yang dijadwalkan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin (23/12).
Pertemuan ini seharusnya berlangsung di Pulau Langkawi setelah Prabowo menghadiri KTT Developing Eight (D-8) di Kairo, Mesir.
Anwar Ibrahim mengungkapkan melalui media sosial bahwa pertemuan tersebut ditunda karena Prabowo mengalami demam.
Ia pun mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesembuhan dari sakitnya.
Baca Juga: Beberapa Delegasi KTT D-8 di Mesir Terlihat Walk Out saat Prabowo Pidato, Begini Penjelasan Kemenlu
Disamping menuliskan harapannya untuk kesembuhan Prabowo, Anwar Ibrahim juga menyampaikan harapan agar dapat segera melanjutkan rencana pertemuan yang telah dijadwalkan.
"Saya dan keluarga sudah berada di Pulau Langkawi untuk menerima kunjungan sahabat, Presiden Prabowo Subianto, hari ini. Namun, malam tadi beliau meminta pertemuan tersebut ditunda beberapa hari karena demam," tulis Anwar di akun Instagram dan X miliknya.
Namun, pernyataan dari Sekretaris Kabinet RI, Mayor Teddy Indra Wijaya, menimbulkan kebingungan. Teddy membantah bahwa alasan pembatalan pertemuan adalah kesehatan.
Ia mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki “keperluan penting" yang harus diselesaikan di Jakarta.
Baca Juga: Begini Fakta Presiden Turki Walk Out Ketika Prabowo Berpidato di KTT D-8
Seskab menyatakan bahwa Prabowo langsung menggelar rapat terbatas dengan para menteri setelah kembali ke Tanah Air.
Hal ini menimbulkan sorotan dari media dan warganet yang mempertanyakan ketidakcocokan informasi antara kedua pihak.
Kedua pemimpin sebelumnya telah berkomitmen untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, yang mencakup berbagai bidang termasuk pertahanan dan ekonomi.
Sejauh ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penjadwalan ulang pertemuan Prabowo dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa ia dijadwalkan untuk bertemu dengan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra pada Senin (26/12). (Mahija)
Editor : Aditya Novrian