RADAR MALANG - Serangan udara Israel pada Kamis (26/12) menewaskan lima jurnalis yang sedang meliput di dekat Rumah Sakit Al-Awda, Jalur Gaza.
Para jurnalis dari saluran berita Al-Quds Today, yang berafiliasi dengan kelompok Jihad Islam, berada dalam kendaraan siaran mereka ketika sebuah rudal menghantam, menyebabkan mobil mereka terbakar dan mengakibatkan kematian mereka.
Kelima jurnalis yang tewas dalam serangan ini adalah Fadi Hassouna, Ibrahim al-Sheikh Ali, Mohammed al-Ladah, Faisal Abu al-Qumsan, dan Ayman al-Jadi.
Baca Juga: NATO Desak Penyelidikan Menyeluruh atas Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines
Tragisnya, Ayman al-Jadi dilaporkan sedang menunggu istrinya melahirkan saat insiden tersebut terjadi.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan dan kekacauan setelah serangan, dengan tim penyelamat berusaha memadamkan api dan mengevakuasi korban.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditargetkan kepada sebuah "sel teroris" yang diduga berada di lokasi tersebut.
Baca Juga: Mantan Perdana Menteri India Manmohan Singh Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun
Mereka menyatakan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan risiko terhadap warga sipil.
Namun, banyak pihak mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran serius terhadap perlindungan jurnalis yang seharusnya dihormati sebagai warga sipil.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mengutuk pembunuhan ini dan menyerukan pertanggungjawaban atas serangan terhadap media.
Sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023, setidaknya 141 jurnalis telah tewas di Gaza, mencerminkan kondisi berbahaya bagi para pekerja media di wilayah konflik.
Kejadian ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza dan menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh jurnalis dalam melaksanakan tugas mereka. (rie)
Editor : Aditya Novrian