Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hizbullah Ultimatum Israel jika Tak Penuhi Gencatan Senjata

Aditya Novrian • Rabu, 1 Januari 2025 | 14:00 WIB
ilustrasu Palestina (source: canva image)
ilustrasu Palestina (source: canva image)

Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qomati, menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak akan tinggal diam jika Israel gagal menarik diri dari wilayah Lebanon sesuai tenggat yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata selama 60 hari. Dilansir dari Antara News pada Senin (30/12).

"Hizbullah berkomitmen untuk menghormati perjanjian gencatan senjata demi rakyat kami. Namun, jika pada hari ke-60 Israel belum juga mundur dari wilayah Lebanon, kami tidak akan berdiam diri," ujar Qomati.

Ia juga memperingatkan bahwa kegagalan untuk mematuhi isi perjanjian akan mengakibatkan ketiadaan komitmen dari semua pihak.

"Ketentuan gencatan senjata sudah jelas: semua pihak harus tunduk pada kesepakatan tersebut, atau tidak ada pihak yang terikat."

Lebih lanjut, Qomati menegaskan bahwa pelucutan senjata Hizbullah tidak dapat diterima dan hanya akan memicu kekacauan di Lebanon.

Ia menyatakan bahwa organisasi itu akan terus melawan setiap bentuk penjajahan atau pembangunan permukiman ilegal oleh Israel di wilayah Lebanon.

Perjanjian gencatan senjata, yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Prancis, diberlakukan sejak 27 November.

Kesepakatan tersebut bertujuan menghentikan konflik berkepanjangan selama 14 bulan antara Israel dan Hizbullah.

Dalam perjanjian itu, Israel diharuskan mundur dari wilayah Lebanon dalam 60 hari, sementara kendali keamanan di wilayah perbatasan akan diambil alih oleh militer Lebanon.

Namun, ketegangan tetap memanas di tengah upaya implementasi kesepakatan tersebut.

Militer Israel masih terus melancarkan serangan udara harian di wilayah Lebanon, beberapa di antaranya memakan korban jiwa.

Pihak Israel mengklaim bahwa serangan itu ditujukan untuk mencegah kemungkinan pelanggaran oleh Hizbullah.

Dengan waktu yang semakin mendekati tenggat, realisasi perdamaian antara kedua belah pihak tampaknya masih penuh tantangan.

Hizbullah, di sisi lain, menegaskan kesiapan mereka untuk mempertahankan wilayahnya jika Israel tidak memenuhi kewajibannya. (Silvia)

Editor : Aditya Novrian
#Israel #Palestina #Lebanon #hizbullah