RADAR MALANG - Donald Trump mengusulkan Relokasi Warga Gaza Pada Senin (27/1), usulan untuk merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Dilansir kantor berita AFP, Abbas menyatakan sikap tegasnya terhadap rencana tersebut. "Kami tidak akan meninggalkan tanah dan tempat-tempat suci kami," tegas Abbas dalam pernyataan resminya.
Penolakan Abbas atas proyek relokasi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan terulangnya tragedi yang terjadi pada tahun 1948 dan 1967.
Baca Juga: Lebih dari 140 Permintaan Akses PBB ke Gaza Ditolak Otoritas Israel
Tragedi yang disebut sebagai Nakba atau "malapetaka" ini merujuk pada pengungsian ratusan ribu warga Palestina akibat berdirinya Israel.
Sementara itu, peristiwa Naksa atau "kemunduran" pada perang tahun 1967 juga menyebabkan ribuan orang mengungsi dari Gaza dan Tepi Barat.
Abbas juga mengecam keras segala kebijakan yang dianggapnya dapat merusak kesatuan wilayah Palestina, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. "Kami tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi lagi," tegas Abbas.
Solidaritas Internasional terhadap Palestina Usulan Trump juga mendapatkan penolakan tegas dari Mesir dan Yordania.
Kedua negara ini menegaskan bahwa solusi konflik Palestina-Israel harus mengacu pada resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.
Baca Juga: Permukiman Ilegal Israel di Palestina Dikecam Dewan Keamanan PBB
Sebelumnya, Trump menyatakan gagasannya untuk "membersihkan" wilayah Gaza dengan memindahkan warga Palestina ke negara tetangga.
Namun, baik Mesir maupun Yordania dengan tegas menolak ide tersebut. Pada Juli 2023, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah tindakan ilegal.
PBB juga menyerukan pentingnya menghormati hak-hak warga Palestina dan mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar terbaik.
Sejak diberlakukannya gencatan senjata di Gaza pada 19 Januari 2024, situasi di Tepi Barat tetap memanas.
Abbas mendesak Trump untuk melanjutkan dukungan terhadap gencatan senjata tersebut. "Otoritas Palestina siap untuk mengambil alih pemerintahan di Gaza demi memulihkan stabilitas di wilayah tersebut," ujar Abbas.
Baca Juga: Lebanon Siapkan Gugatan untuk Israel di PBB atas Penggunaan Fosfor Putih
Momen ini menjadi penting bagi komunitas internasional untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina.
Penolakan terhadap gagasan relokasi warga Gaza oleh Trump mencerminkan solidaritas global yang kuat terhadap hak-hak rakyat Palestina dan pengakuan atas kedaulatan wilayahnya. (FD)
Editor : Aditya Novrian