RADAR MALANG - Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan posisinya dalam perundingan dengan Ukraina terkait eksploitasi sumber daya alam, khususnya bahan bakar fosil.
Berdasarkan laporan dari surat kabar Ukraina New Voice pada Sabtu (22/2), AS mengusulkan perubahan besar dalam perjanjian yang akan memberikan kendali penuh kepada Washington.
Baca Juga: Amerika dan Jepang Siap Investasi Reaktor Nuklir di Indonesia
Atas dana masa depan yang dihasilkan dari sumber daya alam Ukraina.
Pada Jumat (21/2), pemerintah Ukraina menerima rancangan terbaru dari perjanjian yang diajukan oleh mitra AS.
Dokumen ini lebih ketat dibandingkan dengan versi sebelumnya yang pertama kali diajukan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Perubahan ini dinilai sebagai langkah strategis AS untuk memperkuat kontrolnya terhadap sumber daya alam Ukraina.
Dalam rancangan terbaru, AS mengusulkan skema kontribusi dengan rasio 2 banding 1.
Artinya, Ukraina akan menyumbang dua pertiga dari pendapatan produksi di masa depan.
Sementara AS hanya menyumbang sepertiga dalam bentuk bantuan militer yang telah diberikan sebelumnya.
Selain itu, AS mengusulkan pembentukan dana investasi senilai 500 miliar dolar yang masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah Ukraina.
Baca Juga: Donald Trump Kritik Rencana Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh AS untuk Serang Rusia
Perjanjian ini tidak hanya mencakup sumber daya mineral, tetapi juga gas dan minyak.
Namun, pendapatan dari sektor pelabuhan tidak termasuk dalam kesepakatan ini.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana AS berusaha memperluas cakupan pengaruhnya terhadap sektor energi di Ukraina.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan harapannya agar Ukraina memberikan akses ke sumber daya tanah sebagai imbalan atas bantuan finansial.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (3/2), Trump menekankan bahwa Washington memiliki kepentingan strategis dalam sektor ini.
Pada Jum’at (14/2), The Washington Post melaporkan bahwa dalam pertemuan di Munich.
Baca Juga: PBB Tolak Rencana Trump Relokasi Palestina dari Gaza
Negosiator AS mengusulkan agar Ukraina menandatangani dokumen yang akan mengalihkan hak atas 50 persen sumber daya mineralnya yang belum dieksploitasi kepada AS.
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak proposal tersebut dengan alasan bahwa perjanjian semacam ini tidak menguntungkan bagi negaranya.
Meskipun AS terus memberikan tekanan, Ukraina tetap mempertahankan sikapnya untuk tidak menerima kesepakatan yang dianggap merugikan.
Negosiasi masih berlangsung dengan Kiev yang mengajukan counterproposal dan menekankan perlunya jaminan keamanan sebelum mencapai kesepakatan final.(fd)
Editor : Aditya Novrian