Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Israel Menunda Pembebasan 620 Tahanan Palestina, Melanggar Kesepatan Gencatan Senjata

Aditya Novrian • Kamis, 27 Februari 2025 | 20:00 WIB

Tahap kedua pembebasan tantara Israel pada hari Sabtu (25/01) di kerumunan warga Gaza (CNNIndonesia)
Tahap kedua pembebasan tantara Israel pada hari Sabtu (25/01) di kerumunan warga Gaza (CNNIndonesia)

RADAR MALANG – Sebuah langkah kontroversial oleh Israel menunda pembebasan ratusan tahanan warga Palestina yang telah dijadwalkan, memicu pertanyaan serius mengenai kelanjutan kesepatan genjatan senjata dengan Hamas.

Pada Sabtu (22/2/2025), Hamas telah membebaskan sebanyak enam sandera Israel, tetapi sebaliknya Israel tidak melakukan sebagaimana yang telah dilakukan Hamas.

Lima dari enam sandera yanag dibebaskan pada hari Sabtu dikawal oleh militan bertopeng dan bersenjata di depan kerumunan orang.

Baca Juga: Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata, Ini Detail Tiga Kesepakatan Utamanya

Kegiatan yang dilakukan Hamas membuat Organisasi Internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah mengkritik pertunjukan yang dilakukan Hamas dianggap kejam.

Hal tersebut membuat Israel tidak memperlihatkan tanda-tanda akan membebaskan tahanan warga Palestina.

Tindakan yang dilakukan Israel ini menimbulkan keraguan terhadap kelanjutan gencatan senjata yang telah dinegosiasikan.

Baca Juga: Ribuan warga Palestina kembali pulang ke Gaza Utara

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunda pembebasan 620 tahanan warga Palestina dengan alasan menyerahkan tawanan itu “memalukan”.

Keputusan yang dilakukan Netanyahu memperlihatkan upaya yang disengaja untuk menganggu perjanjian, pelanggaran terhadap persyaratan, dan menunjukkan kurangnya keahlian dalam melaksanakan kewajiban.

Netanyahu mengatakan bahwa pembebasan warga Palestina akan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan dan setelahnya membuat keputusan sepihak yang tidak dijabarkan dalam perjanjian gencatan senjata.

Baca Juga: BAZNAS RI Siapkan Puluhan Ribu Paket Makanan untuk Dukungan Kemanusiaan di Palestina

“Kegiatan upacara memalukan yang tidak menghormati sandera kami dan penggunaan sandera yang terkesan sinis sebagaimana propaganda, telah diputuskan untuk menunda pembebasan tahanan yang telah direncanakan sampai pembebasan sandera berikutnya dipastikan,” ucap kantor Netanyahu dalam sebuah pertanyaan.

Setelah pernyataan tersebut, Hamas mengatakan bahwa Netanyahu mempermainkan kesepatan yang telah dibuat dengan kata-kata “upacara memalukan”.

“Upacara penyerahan tahanan tidak termasuk sebuah penghinaan terhadap mereka, melainkan mencerminkan perlakuan manusiawi yang mulia terhadap mereka,” kata Hamas.

Baca Juga: Qatar Tekankan Tahap Kedua Negosiasi Gencatan Senjata Gaza

Hal disampaikan sebagaimana bentuk kritik terhadap Israel yang tidak bertanggung jawab atas kesepatan.

Diketahui bahwa Hamas telah membebaskan 25 tawanan Israel sejak berlakunya kesepakatan genjatan senjata pada (19/1/2025).

Mengetahui bahwa Israel melanggar kesepatan pertukaran tahanan membuat keluarga tahanan meninggalkan lokasi penanatian dengan rasa kecewa.

Juru bicara Hamas, Abdel Latif al-Qanoua menuduh Netanyahu “sengaja mengulur-ulur waktu”. (tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#gencatan senjata #hamas bebaskan 6 sandera israel #hamas #Israel #Palestina