Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

MUI Tak Setujui Rencana Prabowo Evakuasi 1000 Warga Gaza ke Indonesia

Aditya Novrian • Sabtu, 12 April 2025 | 21:15 WIB
Situasi warga Gaza saat ini  (ARCHYE)
Situasi warga Gaza saat ini (ARCHYE)

RADAR MALANG - Rencana Prabowo untuk evakuasi 1000 warga Gaza, Palestina ke Indonesia tak disetujui oleh MUI.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, menyatakan penolakannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia. 

Penolakan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @cholilnafis pada Rabu (9/4/2025).

“Saya tidak setuju evakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia karena masalahnya bukan warga Gaza, tapi karena Israel yang menyerang dan tidak patuh pada perjanjian,” ujar Kiai Cholil.

Baca Juga: PBB Tolak Rencana Trump Relokasi Palestina dari Gaza

Ia menekankan bahwa yang seharusnya dilakukan adalah menghentikan agresi Israel terhadap Palestina, bukan justru memindahkan warga Palestina dari tanah airnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini juga mempertanyakan apakah ada jaminan warga Gaza yang dievakuasi bisa kembali ke kampung halamannya.

“Apa ada jaminan mereka bisa balik lagi? Bukankah mereka sengaja dikeluarkan untuk memasukkan Israel ke Palestina?” tambahnya.

Menurutnya, mengeluarkan warga Gaza, termasuk anak-anak dan lansia, dengan dalih kemanusiaan justru berisiko mempercepat invasi Israel. 

Baca Juga: Menteri Kehakiman Palestina Temui Prabowo Bawa Surat dari Presiden, Ini Isinya!

Ia juga menyarankan agar bantuan pengobatan dilakukan di negara terdekat, bukan dengan memindahkan mereka ke Indonesia.

Isu relokasi warga Gaza ke negara ketiga pertama kali mencuat sejak Januari 2025, seiring dimulainya proses perdamaian antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Amerika Serikat. 

Dalam laporan NBC, Indonesia disebut sebagai salah satu negara tujuan potensial relokasi warga Gaza. 

Namun, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah menerima informasi resmi terkait rencana tersebut, dan menyatakan bahwa segala bentuk pemindahan warga Gaza tidak dapat diterima.

Namun pada Rabu (9/4), Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia siap mengevakuasi 1.000 warga Gaza dalam “gelombang pertama,” khususnya mereka yang terluka, trauma, atau anak-anak yatim piatu. 

Ia menegaskan bahwa evakuasi ini bersifat sementara hingga kondisi Gaza memungkinkan mereka untuk kembali.

Rencana Prabowo ini menimbulkan spekulasi publik. 

Sejumlah warganet menduga langkah ini berkaitan dengan strategi diplomasi Prabowo terhadap Amerika Serikat, menyusul pengumuman tarif resiprokal 32% terhadap produk Indonesia. 

Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar, melalui wawancaranya bersama BBC menilai bahwa Prabowo melihat peluang untuk bernegosiasi dengan Presiden Donald Trump dengan menjadikan isu Palestina sebagai alat diplomasi. (rossa)

Editor : Aditya Novrian
#indonesia #Evakuasi #Prabowo #MUI #gaza #Israel #Palestina