Dalam sebuah unggahan di platform X, rapper asal Amerika Serikat, Azealia Banks, sempat memicu diskusi publik dengan menyebut Indonesia sebagai “tempat sampah dunia.”
Namun, pernyataan tersebut sejatinya bukan dimaksudkan untuk merendahkan Indonesia, melainkan sebagai bentuk keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan di negara-negara berkembang yang sering kali menjadi tujuan pembuangan limbah dan sampah dari negara-negara lain.
Ia juga menyebut bahwa situasi ini mirip dengan yang terjadi di India yang bukan sebagai bentuk hinaan, tetapi sebagai sorotan terhadap ketimpangan global dalam pengelolaan sampah dan limbah.
Azealia mengkritik keras kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang rela menghabiskan dana besar untuk proyek-proyek tak substansial, seperti mengirimkan selebriti ke luar angkasa, sementara masalah krisis lingkungan justru diabaikan.
"Kemanusiaan tidak akan mendapatkan apapun dari perjalanan luar angkasa jika kita berada dalam kondisi lingkungan dan kesehatan yang buruk di bumi ini," ujarnya.
Ungkapan Azealia tersebut mencerminkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan global dan menyerukan tanggung jawab bersama.
Baca Juga: AS Kenakan Tarif 10 Persen untuk Pulau Tak Berpenghuni
Akun X Azelia dibanjiri respons positif dan apresiasi akan sikap kesadaran lingkungan dari masyarakat.
Tidak sedikit yang memberikan respons setuju akan hal tersebut karena merasa sikap pemerintah Indonesia dalam pengelolaan sampah tidak maksimal, begitu juga dengan sikap hanya diam saat mendapati kiriman sampah-sampah dari negara lain.
Pernyataan Azealia Banks menjadi pengingat keras bahwa isu lingkungan adalah persoalan bersama yang tak mengenal batas negara.
Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, negara-negara maju dituntut untuk tidak hanya memikirkan keberlanjutan di wilayahnya sendiri, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan di negara lain.
Di sisi lain, Indonesia pun perlu memperkuat regulasi dan penegakan hukum terkait impor limbah, serta meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam pengelolaan sampah domestik. (nai)
Editor : Aditya Novrian