Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pope Leo XIV Ungkap Filosofi Kepausan dan Alasan Pilih Nama Berbasis AI

A. Nugroho • Senin, 12 Mei 2025 | 17:01 WIB
Foto Pope Leo XIV saat terpilih menjadi pengganti Paus Fransiskus.
Foto Pope Leo XIV saat terpilih menjadi pengganti Paus Fransiskus.

RADAR MALANG - Dalam pidato perdananya kepada Kolese Kardinal, Paus Paulus Leo XIV menyampaikan visi filosofis yang akan membimbing kepausannya.

Selain itu, ia juga memberikan penjelasan mengejutkan mengenai pemilihan namanya: kecerdasan buatan (AI). 

Mengacu pada pendahulunya, Paus Leo XIII, yang terkenal menangani tantangan Revolusi Industri pertama, paus baru ini menyatakan misinya adalah menghadapi kekuatan transformasi modern.

Khususnya gejolak sosial akibat perkembangan cepat AI.

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang di Gaza, Ukraina, dan Perbatasan India-Pakistan

“Saya memilih nama Leo XIV,” ujar paus, “karena Paus Leo XIII dalam Ensiklik Rerum Novarum yang historis menjawab pertanyaan sosial dalam konteks Revolusi Industri pertama. Di era kita sendiri, Gereja menawarkan harta ajaran sosialnya untuk merespons revolusi industri lain dan perkembangan di bidang kecerdasan buatan yang menimbulkan tantangan baru bagi perlindungan martabat manusia, keadilan, dan tenaga kerja.”

Pernyataan ini dirilis Vatikan dalam terjemahan resmi bahasa Inggris dan dibagikan oleh Catholic News Service. 

Meskipun Gereja Katolik terus meningkatkan keterlibatannya dalam dimensi etika AI, pernyataan Paus Leo XIV menunjukkan bahwa kecerdasan buatan akan menjadi fokus utama masa jabatannya. 

Sebelumnya, Vatikan merilis dokumen yang mengeksplorasi implikasi AI terhadap kebenaran, etika, dan penyebaran misinformasi, sejalan dengan peringatan Paus Fransiskus tentang risiko narasi palsu berbasis AI.

Baca Juga: Paus Leo XIV Ternyata Pernah Menginjakkan Kaki di Tanah Papua pada 2003

Paus Fransiskus sebelumnya meminta kehati-hatian terhadap kemampuan AI memanipulasi opini publik dan menghapus batas antara fakta dan fiksi. 

Namun, dengan menempatkan AI sebagai inti identitas kepausannya, Paus Leo XIV tampak menandakan era baru.

Itu di mana Gereja tidak hanya memperingatkan perubahan teknologi tetapi juga aktif membentuk kerangka etikanya.

Gereja Katolik, yang secara historis menyeimbangkan tradisi dan modernitas, kini tampak siap berperan lebih besar dalam persimpangan teknologi, keadilan, dan iman. (rsy)

Editor : A. Nugroho
#AI #Paus Leo XIV #Pope Leo XIV