RADAR MALANG - Amerika Serikat dan China resmi menyepakati jeda selama 90 hari terhadap pengenaan tarif balasan yang telah memanas sejak awal April 2025.
Langkah ini menjadi sinyal positif dalam meredakan ketegangan perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Serta membuka peluang menuju kesepakatan dagang jangka panjang.
Dalam konferensi pers di Jenewa pada Senin (12/5/2025), Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengumumkan bahwa kedua negara sepakat menurunkan tarif secara signifikan.
Berdasarkan laporan pada laman "The Hill," tarif Amerika Serikat terhadap barang impor dari China akan turun dari 145% menjadi 30%, sementara China akan menurunkan tarifnya dari 125% menjadi 10% terhadap barang-barang asal AS.
Selain itu, China juga setuju untuk mencabut atau menangguhkan langkah-langkah non-tarif yang sebelumnya diberlakukan sebagai bentuk pembalasan terhadap AS.
Senada dengan itu, CNBC Indonesia melaporkan bahwa kesepakatan ini mencakup penurunan tarif timbal balik secara keseluruhan hingga 115%.
“Kami telah mencapai kesepakatan untuk melakukan jeda selama 90 hari dan secara signifikan menurunkan tingkat tarif. Kedua pihak dalam tarif timbal balik akan menurunkan tarif mereka sebesar 115%,” Ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataannya.
Kesepakatan ini lahir dari pertemuan bilateral antara delegasi dagang kedua negara yang digelar di Swiss pada akhir pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati pentingnya menghindari pemisahan ekonomi (decoupling) dan berkomitmen untuk menjaga hubungan dagang yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.
“Yang terjadi dengan tarif yang sangat tinggi itu seperti embargo. Dan tidak ada pihak yang menginginkan itu,” ujar Bessent seperti dikutip dalam laman The Hill.
Presiden AS Donald Trump menyambut kesepakatan ini dengan nada optimis, menyebutnya sebagai “reset total” dalam hubungan dagang dengan China.
Ia menyampaikan bahwa suasana pertemuan di Jenewa sangat bersahabat dan bahwa hubungan pribadi dengan Presiden China Xi Jinping tetap kuat.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyebut, “Pertemuan yang sangat baik hari ini dengan China di Swiss. Banyak hal yang dibahas, banyak yang disepakati.”
Ke depan, proses negosiasi akan terus berlangsung selama periode jeda ini.
Greer dan Bessent akan menjadi perwakilan AS dalam pembicaraan lanjutan, sedangkan China akan diwakili oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
Diskusi akan digelar bergiliran di AS, China, atau negara ketiga yang disepakati bersama.
Pasar merespons kesepakatan ini secara positif.
Indeks saham berjangka dilaporkan melonjak sesaat setelah pengumuman, mencerminkan harapan investor bahwa tensi perdagangan akan mereda dan membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi global.
Meski demikian, kesepakatan ini belum mencakup seluruh tarif yang telah diterapkan sebelumnya, termasuk tarif terhadap produk otomotif, baja, aluminium, serta produk farmasi.
Namun, dengan 90 hari sebagai tenggat waktu, dunia kini menanti apakah dua ekonomi raksasa ini dapat mencapai kesepakatan komprehensif yang tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga mengembalikan kepercayaan pasar global. (ney)
Editor : Aditya Novrian