Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Israel Terus Lancarkan Serangan ke Gaza Usai Hamas Bebaskan Sandera Warga AS-Israel

Aditya Novrian • Rabu, 14 Mei 2025 | 18:04 WIB

Israel menghentikan bantuan ke Gaza karena Hamas menolak memperpanjang fase pertama gencatan senjata. (WION)
Israel menghentikan bantuan ke Gaza karena Hamas menolak memperpanjang fase pertama gencatan senjata. (WION)

RADAR MALANG - Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas usai militer Israel melanjutkan serangan udara dan artileri ke sejumlah wilayah, meski Hamas baru saja membebaskan seorang sandera berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Israel, Edan Alexander.

Pembebasan ini dilakukan melalui mediasi Komite Palang Merah Internasional, dan dianggap sebagai langkah positif menuju negosiasi damai.

Namun, Israel menegaskan operasi militer tetap berlanjut.

Baca Juga: PBB Ungkap 2,1 Juta Jiwa di Gaza Dalam Bahaya Kelaparan Serius Akibat Blokade Israel

Edan Alexander, seorang tentara Israel-Amerika yang diculik sejak Oktober 2023, akhirnya dibebaskan dan telah kembali ke Israel dalam kondisi selamat.

Pemerintah AS menyambut baik pembebasan tersebut, dan Presiden Joe Biden menyampaikan terima kasih kepada negara-negara mitra yang turut memfasilitasi proses tersebut.

Kendati demikian, pihak Israel menyatakan bahwa hal ini tidak akan menghentikan operasi militer mereka di Gaza.

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang di Gaza, Ukraina, dan Perbatasan India-Pakistan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa misi militer akan terus dilakukan hingga Hamas tidak lagi menjadi ancaman.

Netanyahu menyebut, “Kami tidak akan menyerah hingga seluruh sandera kembali, dan Hamas benar-benar dilumpuhkan.”

Setelah pembebasan Alexander, serangan udara Israel menghantam Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, selatan Gaza, yang menewaskan sedikitnya 28 warga sipil.

Baca Juga: Popemobile, Hadiah Terakhir Paus Fransiskus untuk Anak-Anak Gaza yang Terluka

Selain itu, serangan artileri di wilayah Al-Daraj, Kota Gaza, juga dilaporkan menewaskan seorang wanita dan melukai seorang anak.

Situasi ini memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat genting di wilayah tersebut.

Menurut data otoritas kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas sejak perang meletus mencapai lebih dari 52.800 jiwa, dengan mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak.

Baca Juga: Serangan Israel ke Rumah Sakit Kristen di Gaza Saat Minggu Palma Memicu Kecaman Internasional

Sementara itu, blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak Maret 2025 telah menyebabkan krisis pangan akut.

Organisasi internasional seperti PBB dan WHO memperingatkan risiko kelaparan massal jika konflik terus berlangsung tanpa jeda kemanusiaan.

Di tengah tekanan internasional yang terus meningkat, negosiasi gencatan senjata masih berjalan alot.

Baca Juga: MUI Tak Setujui Rencana Prabowo Evakuasi 1000 Warga Gaza ke Indonesia

Israel tetap bersikukuh pada tuntutan pembebasan semua sandera dan penghancuran infrastruktur militer Hamas.

Di sisi lain, Hamas menuntut penarikan penuh pasukan Israel dan pembebasan ribuan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Sementara dunia menanti solusi diplomatik, rakyat Gaza kembali menjadi korban utama dari konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Harapan akan perdamaian masih menggantung di tengah asap dan reruntuhan. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#perang Israel dan Hamas #Sandera Hamas #hamas #gaza #perang israael palestina #Israel