Resmi Menjabat, Paus Leo XIV Serukan Persatuan dan Cinta Kasih dalam Misa Pelantikan di Vatikan

Aditya Novrian • Dipublikasikan Senin, 19 Mei 2025 | 17:35 WIB

Paus Leo XIV, yang baru terpilih dari hasil Konklaf tanggal 7-8 Mei 2025, menyampaikan salam dan berkat pertamanya dari balkon Basilika Santo Petrus. (Photo by Tiziana FABI / AFP)
Paus Leo XIV, yang baru terpilih dari hasil Konklaf tanggal 7-8 Mei 2025, menyampaikan salam dan berkat pertamanya dari balkon Basilika Santo Petrus. (Photo by Tiziana FABI / AFP)

RADAR MALANG - Vatikan menjadi saksi sejarah baru ketika Paus Leo XIV secara resmi dilantik sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dalam sebuah misa agung di Lapangan Santo Petrus, Minggu (18/5).

Ribuan umat Katolik dari seluruh dunia, pemimpin negara, serta perwakilan agama-agama besar hadir untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada Paus baru yang dikenal dengan semangat persatuan dan kepedulian sosialnya.

Delegasi agama yang terlihat hadir dalam perayaan tersebut termasuk Yahudi, Muslim, Hindu, Buddha, Sikh, Zoroaster, dan Jain.

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang di Gaza, Ukraina, dan Perbatasan India-Pakistan

Dalam homili pertamanya sebagai Paus, Leo XIV menekankan pentingnya membangun jembatan persatuan di tengah dunia yang penuh perpecahan.

Paus mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat dunia untuk mengedepankan cinta kasih, toleransi, dan solidaritas.

“Kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan harapan, menjadi ragi kecil yang menumbuhkan persaudaraan di tengah dunia yang terluka oleh kebencian dan prasangka,” ujar Paus Leo XIV, seperti dilansir Vatican News.

Baca Juga: Paus Leo XIV Ternyata Pernah Menginjakkan Kaki di Tanah Papua pada 2003

Paus Leo XIV, yang memiliki latar belakang sebagai putra imigran dari Peru dan Amerika Serikat, menandai babak baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Pemuka agama tersebut menjadi Paus pertama dari Amerika Latin yang juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, membawa semangat inklusivitas dan pembaruan.

Dalam pidatonya, Paus Leo menyoroti pentingnya keadilan sosial serta perlindungan terhadap kaum miskin dan lingkungan.

Baca Juga: Gaya Hidup, Pemikiran, hingga Visi : Paus Leo XIV Bikin Orang Ingat Paus Fransiskus!

“Kita tidak boleh membiarkan sistem ekonomi yang menindas dan merusak ciptaan Tuhan. Gereja harus menjadi suara bagi mereka yang terpinggirkan,” tegasnya.

Misa pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.

Kehadiran mereka menandakan harapan besar terhadap peran aktif Paus Leo XIV dalam upaya perdamaian global.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! Paus Leo XIV Pernah Mengabdi di Peru dan Menolak Hidup Mewah

Dalam pertemuan tertutup usai misa, Paus Leo XIV dan Presiden Zelensky berdiskusi mengenai pentingnya dialog dan rekonsiliasi untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Setelah upacara, Paus Leo XIV berkeliling menggunakan mobil kepausan, menyapa dan memberkati umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.

Banyak peziarah membawa bendera negara masing-masing, menciptakan suasana penuh warna dan harapan baru.

Baca Juga: Fakta Menarik Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Utara yang Siap Membawa Semangat Misi ke Vatikan

Pelantikan Paus Leo XIV menandai era baru bagi Gereja Katolik dengan komitmen kuat pada persatuan, cinta kasih, dan keadilan sosial.

Pesan yang disampaikannya diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh umat manusia untuk terus memperjuangkan perdamaian dan solidaritas di tengah tantangan dunia modern. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Vatican News, Reuters
misa vatikan Paus Leo XIV Paus Leo XIV Dilantik Paus Leo XIV resmi menjabat