Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penembakan Dua Staf Kedutaan Israel di Washington D.C., Pelaku Ungkap Dukungan ke Palestina dan Hadapi Dakwaan Berat

Aditya Novrian • Sabtu, 24 Mei 2025 | 18:52 WIB

Foto Wasthington, DC
Foto Wasthington, DC

Radar Malang – Sebuah insiden tragis terjadi pada Rabu malam, 21 Mei 2025, ketika dua staf Kedutaan Besar Israel di Washington, D.C. ditembak hingga tewas di luar Capital Jewish Museum. Korban adalah Yaron Lischinsky, warga Israel berusia 30 tahun, dan Sarah Lynn Milgrim, warga Amerika Serikat berusia 26 tahun. Keduanya baru saja meninggalkan acara kerja sama antaragama terkait bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Pelaku penembakan, Elias Rodriguez, pria 31 tahun asal Chicago, langsung ditangkap di lokasi kejadian. Ia mengaku melakukan aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dan Gaza. Rodriguez juga menyatakan kekagumannya terhadap aksi seorang anggota Angkatan Udara AS yang membakar diri di luar Kedutaan Israel pada Februari 2024 sebagai bentuk protes.

Kejadian ini berlangsung di luar Capital Jewish Museum, sebuah pusat budaya Yahudi yang terletak di jantung ibu kota Amerika Serikat.

Pelaku menembakkan setidaknya 21 peluru menggunakan pistol kaliber 9mm, termasuk saat kedua korban mencoba melarikan diri. Aksi kekerasan ini menimbulkan keprihatinan luas dan segera mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Baca Juga: Serangan Darat Israel di Gaza Meledak! Ratusan Warga Sipil Tewas, Rumah Sakit Kolaps, Anak-Anak Jadi Korban!

Korban pertama, Yaron Lischinsky, adalah asisten riset di Kedutaan Besar Israel yang fokus pada isu-isu Timur Tengah. Ia lahir di Jerman dan memiliki pengalaman diplomasi yang cukup luas. Sementara itu, Sarah Lynn Milgrim bekerja di bagian diplomasi publik kedutaan, mengurusi hubungan komunitas dan penguatan dialog antarbudaya.

Setelah penangkapan, Elias Rodriguez didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan menghadapi ancaman hukuman mati jika terbukti bersalah. FBI dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyelidiki insiden ini sebagai tindakan terorisme yang ditargetkan terhadap staf diplomatik Israel dan komunitas Yahudi.

Pemerintah Israel dan Amerika Serikat mengecam keras insiden tersebut. Mereka menyatakan komitmen kuat untuk memerangi antisemitisme dan segala bentuk kekerasan bermotif kebencian. Keamanan di sekitar fasilitas diplomatik Israel dan komunitas Yahudi di Washington, D.C. pun diperketat untuk mencegah kejadian serupa.

Baca Juga: PBB Ungkap 2,1 Juta Jiwa di Gaza Dalam Bahaya Kelaparan Serius Akibat Blokade Israel

Peristiwa ini menjadi pengingat tragis tentang meningkatnya ketegangan dan ancaman kekerasan terhadap tokoh diplomatik dan komunitas minoritas di Amerika Serikat. Para pejabat menekankan pentingnya solidaritas, dialog antaragama, dan langkah preventif untuk memastikan keselamatan semua warga dan diplomat di tengah situasi global yang semakin kompleks.

Kedutaan Besar Israel serta pemerintah Amerika Serikat kini fokus pada pemulihan korban dan penyelesaian kasus hukum terhadap pelaku. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan ruang bagi proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. (Rizz)

Editor : Aditya Novrian
#Penembakan #Chicago #gaza #Israel #Palestina