RADAR MALANG - Kebijakan tarif baru yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump membuat banyak perusahaan besar di Amerika Serikat bersiap menaikkan harga produk mereka.
Dengan tarif dasar 10% untuk sebagian besar barang impor dan 30% untuk produk dari Tiongkok.
Masyarakat AS kini harus bersiap menghadapi kenaikan harga pada berbagai kebutuhan sehari-hari—mulai dari makanan, elektronik, hingga kendaraan.
Kebijakan tarif ini tak hanya menargetkan barang umum, tetapi juga industri strategis seperti baja dan aluminium, yang berdampak luas pada sektor manufaktur dan ritel.
Perusahaan-perusahaan besar, termasuk Walmart, Ford, Best Buy, dan Mattel, telah mengisyaratkan bahwa beban tarif ini tidak bisa mereka tanggung sendiri.
Baca Juga: Kebijakan Baru Trump: Mahasiswa Internasional Dilarang Belajar di Harvard, Apa yang Terjadi?
Alih-alih menyesuaikan margin keuntungan, mereka memilih untuk meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen, sehingga harga di pasaran bakal melonjak dalam waktu dekat.
Walmart, misalnya, telah mengumumkan bahwa harga produk mereka akan naik mulai akhir Mei, dengan lonjakan lebih besar pada Juni 2025.
CEO Walmart Douglas McMillon menyebut bahwa tarif impor yang tinggi, khususnya untuk barang buatan Tiongkok, membuat mereka tidak bisa mempertahankan harga lama.
Sementara itu, produsen mainan global, Mattel mengonfirmasi bahwa mereka juga akan menyesuaikan harga akibat kebijakan tarif yang menyulitkan.
Dampak tarif ini juga terasa di sektor elektronik.
Best Buy telah memperingatkan sejak Maret bahwa harga barang elektronik berpotensi naik karena para vendor akan meneruskan beban tarif kepada konsumen.
Nintendo bahkan menunda peluncuran konsol Switch 2, sementara Sony memberi sinyal kemungkinan naiknya harga PlayStation, mengingat biaya tambahan yang tak bisa mereka hindari.
Selain itu, retailer asal Tiongkok seperti Shein dan Temu, yang sebelumnya menikmati kebijakan "de minimis" yang membebaskan tarif untuk produk di bawah US$800, kini harus menaikkan harga.
Beberapa produk di Temu telah mengalami kenaikan harga lebih dari 10% dalam satu hari, sementara harga baju renang di Shein melonjak hingga 91%.
Industri otomotif pun tidak luput dari dampak.
Ford berencana menaikkan harga mobil hingga 1,5% pada paruh kedua 2025, sementara Subaru telah mengonfirmasi bahwa mereka juga akan melakukan penyesuaian harga.
Baca Juga: Trump Tekan Apple Hentikan Produksi di India, Dorong Manufaktur AS
Tarif impor sebesar 25% untuk mobil dan suku cadang membuat produsen mobil sulit menjaga harga lama mereka.
Tidak hanya makanan dan kendaraan, produk kebutuhan rumah tangga juga dipastikan mengalami kenaikan harga.
Procter & Gamble telah mengungkap rencana penyesuaian harga, sementara Stanley Black & Decker telah menaikkan harga alat-alat mereka sejak April dan akan melakukan kenaikan lebih lanjut akhir tahun ini.
Adidas pun menyatakan bahwa tarif akan meningkatkan biaya produksi, yang pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen. (sai)
Editor : Aditya Novrian