Uni Eropa Kumpulkan Menteri Perdagangan untuk Strategi Balasan terhadap Tarif AS
A. Nugroho• Selasa, 15 Juli 2025 | 20:16 WIB
AS-Uni Eropa: Tarif Trump Menuai Reaksi dari Uni Eropa Tiada Henti.
RADAR MALANG - Uni Eropa menggelar rapat mendesak dengan seluruh Menteri Perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump mengejutkan dunia dengan pengumuman rencana tarif 30 % atas hampir semua impor dari blok Eropa, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 yang Dilansir dari APNews.com.
Tarif ini juga membuat munculnya tiga reaksi EU diantaranya; Uni Eropa memutuskan untuk menunda penerapan tarif balasan senilai 21 miliar euro hingga 1 Agustus guna memberi kesempatan bagi proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Kemudian, para menteri menekankan pentingnya pendekatan diplomatik dan optimis bahwa solusi masih dapat dicapai sebelum tenggat waktu akhir Juli. Meski demikian, Uni Eropa tetap mempersiapkan langkah retaliasi, yang kemudian dengan paket awal telah menargetkan impor AS senilai 21 miliar euro serta paket tambahan yang bisa mencapai 72 miliar euro jika upaya negosiasi tidak membuahkan hasil.
Mengapa Tarif Ini Jadi Masalah?
Perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat mencapai nilai sekitar 1,7 triliun euro setiap tahunnya, menjadikannya salah satu hubungan dagang terbesar di dunia. Penerapan tarif sebesar 30% berpotensi mengganggu rantai pasok serta menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen di kedua wilayah. Di sisi lain, Uni Eropa mencatat surplus perdagangan tahunan sekitar 198 miliar euro terhadap AS, sehingga langkah tarif yang diambil oleh AS dikhawatirkan dapat memicu ketegangan dagang dan menimbulkan dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi global.
Para Menteri Perdagangan Uni Eropa segera merespons dengan menyusun strategi terkoordinasi yang mencakup penundaan langkah-langkah keras demi membuka ruang bagi negosiasi terlebih dahulu, mempersiapkan opsi balasan yang bersifat matematis dan proporsional, serta mendorong solidaritas dan kerja sama lintas negara anggota untuk menjaga kekompakan dalam menghadapi kebijakan dagang Amerika Serikat.
Mereka berharap situasi ini dapat diselesaikan lewat dialog, tapi tidak menutup kemungkinan menjalankan skenario balas tarif jika negosiasi gagal. Uni Eropa juga memperluas hubungan dagang global untuk mengurangi ketergantungan, misalnya dengan menandatangani kesepakatan dengan Indonesia serta menjajaki peluang lain di Asia dan Amerika Latin. (cj)