Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makna Garis Merah dalam Drama Korea S Line, Simbol Keterikatan dan Kekacauan Sosial

A. Nugroho • Selasa, 22 Juli 2025 | 20:56 WIB

Cuplikan adegan S Line menampilkan garis merah yang mengikat karakter, menjadi metafora keterikatan sosial yang kompleks.
Cuplikan adegan S Line menampilkan garis merah yang mengikat karakter, menjadi metafora keterikatan sosial yang kompleks.

 

RADAR MALANG – Drama Korea S Line belakangan menarik perhatian publik, bukan hanya karena jalan ceritanya yang unik, tetapi juga karena kemunculan visual aneh berupa garis merah di atas kepala para karakter. Drama bergenre thriller ini menghadirkan dunia fiksi di mana garis merah menjadi penanda hubungan seksual yang pernah terjadi antar individu.

Fenomena tersebut menjadi pusat dari konflik cerita, ketika masyarakat mulai mengetahui bahwa garis-garis merah itu bisa dilihat—baik oleh orang dengan kemampuan khusus sejak lahir maupun lewat alat bantu berupa kacamata misterius. Dampaknya tidak main-main: dari munculnya rasa malu, rusaknya rumah tangga, hingga munculnya kekerasan dan misteri pembunuhan.

Disutradarai oleh Ahn Ju-young, S Line merupakan adaptasi dari webtoon karya Ggomabi. Drama ini juga menandai debut sang sutradara dalam dunia serial setelah sebelumnya menggarap film A Boy and Sungreen. Dibintangi oleh Lee Soo-hyuk, Lee Da-hee, dan Lee Eun-saem, drama ini tayang perdana pada 11 Juli 2025 dan langsung menjadi perbincangan karena keberanian temanya.

Garis Merah Sebagai Simbol Seksualitas dan Ketelanjangan Privasi

Dalam dunia S Line, garis merah atau sex line akan muncul di atas kepala setiap orang yang pernah melakukan hubungan seksual. Jika dua orang yang pernah berhubungan berada di tempat yang sama, maka akan terlihat garis yang menghubungkan kepala mereka. Garis itu tidak akan hilang, kecuali salah satu dari pasangan tersebut meninggal dunia.

Awalnya, hanya karakter bernama Shin Hyun-heup (diperankan Arin) yang bisa melihat garis ini sejak lahir. Namun, kekacauan mulai terjadi ketika sebuah kacamata beredar di pasar gelap, memungkinkan siapa pun untuk melihat garis merah tersebut. Dengan teknologi itu, masyarakat menjadi terobsesi untuk membongkar rahasia orang lain, terutama yang berkaitan dengan masa lalu dan hubungan tersembunyi.

Drama ini kemudian mengeksplorasi sisi gelap dari voyeurisme dan bagaimana kehilangan privasi bisa memicu konflik besar. Visual garis merah bukan sekadar ornamen, melainkan metafora keterikatan, penghakiman sosial, dan dampak dari keterbukaan informasi yang seharusnya bersifat pribadi.

Konflik, Trauma, dan Moralitas

Tokoh utama Han Ji-wook (Lee Soo-hyuk), seorang detektif, mulai menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang korbannya adalah perempuan-perempuan dengan garis merah. Penyelidikan ini menuntunnya pada keterkaitan antara garis merah dengan trauma masa lalu dan tekanan sosial yang dihadapi para korban.

Di sisi lain, Hyun-heup yang merasa istimewa dengan kemampuannya justru kehilangan kendali ketika semua orang bisa melihat hal yang sebelumnya hanya dia yang tahu. Fenomena ini menimbulkan atmosfer penuh paranoia dan penghakiman, yang pada akhirnya membuka tabir persoalan lebih besar tentang moralitas masyarakat.

S Line tidak hanya menyajikan ketegangan dan misteri, tetapi juga refleksi sosial tentang batas antara hak atas privasi dan kebutuhan untuk mengetahui masa lalu seseorang. Dengan hanya enam episode, setiap adegan dalam drama ini dirancang untuk membangkitkan pertanyaan moral dan psikologis di benak penonton.

Drama Berani yang Mengguncang

Sebelum penayangannya, S Line sudah mencuri perhatian internasional karena terpilih sebagai salah satu karya dalam ajang Cannes International Series Competition 2025. Keberanian mengangkat isu-isu sensitif seperti seksualitas, perundungan, hingga bunuh diri menjadikan drama ini sebagai tontonan yang diperuntukkan khusus bagi penonton dewasa.

Dengan genre thriller-fantasi, S Line tidak hanya menyuguhkan cerita pembunuhan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial kontemporer seperti eksposur privasi dan dampaknya terhadap psikologi individu. Drama ini berhasil menghadirkan narasi yang padat sekaligus mengundang perdebatan moral di tengah masyarakat. (id)

Editor : A. Nugroho
#Korea Drama #film #korea