INTERNASIONAL - Presiden Donald Trump akan menyambut Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di Gedung Putih untuk menandatangani sebuah kesepakatan damai pada hari Jumat, 8 Agustus 2025.
Kesepakatan ini menjadi pencapaian diplomasi besar yang bertujuan mengakhiri konflik panjang terkait wilayah Nagorno-Karabakh, yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Washington memfasilitasi kesepakatan ini melalui peran penting Utusan Khusus Steve Witkoff yang melakukan beberapa kunjungan ke wilayah Kaukasus Selatan, termasuk Baku, sejak Maret.
Inti dari perjanjian ini adalah pembukaan jalur transportasi—disebut "Trump Route for International Peace and Prosperity" atau TRIPP—yang akan menghubungkan wilayah utama Azerbaijan dengan daerah eksklaf Nakhchivan melalui Armenia. Amerika Serikat akan mendapatkan hak pengembangan eksklusif atas koridor ini, yang bertujuan memperlancar pergerakan orang dan barang di kawasan tersebut.
Kesepakatan ini juga meliputi penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MOU) bilateral serta langkah bergeser dari mekanisme diplomasi lama seperti Grup Minsk. Tujuannya adalah menciptakan jalur damai yang lebih konkret dan memungkinkan Armenia mengurangi ketergantungan pada Rusia lewat hubungan strategis baru dengan AS.
(cj)
Editor : A. Nugroho