Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ribuan Warga Gaza Kembali ke Utara Setelah Israel Membuka Akses Jalan

A. Nugroho • Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:01 WIB
Tangkapan Gambar Gaza Utara Tanggal 30 Januari 2025
Tangkapan Gambar Gaza Utara Tanggal 30 Januari 2025

 

INTERNASIONAL - Pada akhir Januari 2025, untuk pertama kalinya sejak awal perang, Israel membolehkan warga Gaza yang mengungsi di selatan untuk kembali ke wilayah utara, termasuk Gaza City, sebagai bagian dari gencatan senjata sementara dengan Hamas.

 

Akses dibuka melalui Koridor Netzarim, jalan militer yang menghubungkan Gaza selatan dan utara. Mulai pukul 07.00 pagi, orang-orang diizinkan berjalan kaki melalui jalur tersebut, sementara kendaraan lolos setelah pemeriksaan di jalur alternatif.

 

Ratusan ribu warga, termasuk anak-anak, lansia, dan orang berkebutuhan khusus, mulai bergerak kembali menuju rumah mereka yang banyak di antaranya hancur atau rusak berat. Mereka tampak menikmati momen reunifikasi dengan keluarga meski haru karena kondisi tempat tinggal yang mengkhawatirkan.

 

Akses ini merupakan hasil kesepakatan gencatan senjata di bulan Januari. Israel sempat menghalangi jalur tersebut saat pembebasan sandera tertunda, namun akhirnya kesepakatan berhasil dirundingkan oleh mediator, termasuk Qatar.

 

Di Gaza Strip, khususnya antara Gaza selatan dan utara melalui koridor Netzarim, yang selama ini menjadi zona militer tertutup.

 

Pembukaan akses terjadi pada Senin pagi, 27 Januari 2025, setelah diputuskan lewat kesepakatan gencatan senjata.

 

Bagi banyak warga Gaza, ini adalah kesempatan untuk kembali melihat rumah dan tanah kelahiran meski situasi masih sangat sulit. Di tingkat geopolitik, hal ini menandai retakan lembut dalam perang yang telah membuat jutaan orang mengungsi dan menyebabkan kehancuran skala besar.

 

Jalur Netzarim dibuka untuk pejalan kaki sejak pagi, dengan jalur mobil dibuka setelah sekuriti dan pemeriksaan kendaraan. Israel memberikan peringatan tegas agar warga tidak mendekati posisi militer atau membawa senjata, demi menjaga keamanan.

 

Meskipun rumah-rumah telah hancur dan infrastruktur rusak parah, ribuan warga menyambut kesempatan kembali dengan sukacita dan harapan baru. Namun tantangan tetap besar, perlu pengiriman bantuan kemanusiaan segera, seperti air, tenda, dan makanan, agar warga bisa bertahan dan mulai membangun kembali. (cj)

Editor : A. Nugroho
#Utara #gaza #Israel #Palestina