INTERNASIONAL - Saat Ukraina merayakan hari kemerdekaan yang ke-34 pada 24 Agustus, situasi berubah tegang di perbatasan. Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan drone terhadap infrastruktur energi mereka, termasuk bagian transformator di pembangkit nuklir Kursk.
Api sempat menyala, tetapi cepat dipadamkan tanpa adanya korban atau risiko radiasi serius, menurut pihak pembangkit dan pejabat Rusia.
Ukraina memilih untuk tidak mengomentari tuduhan tersebut. Sementara itu, kantor pengawas nuklir PBB menyatakan telah melihat laporan-laporan media soal insiden ini, tetapi belum memiliki konfirmasi independen. Mereka juga menekankan bahwa setiap fasilitas nuklir harus dijaga seaman mungkin.
Dilansir dari APNews.com Pada malam yang sama, peristiwa serupa terjadi di pelabuhan Ust-Luga. Api menyala setelah sekitar 10 drone ditembak jatuh, menurut laporan gubernur wilayah Leningrad.
Rusia mengklaim berhasil mencegat total 95 drone Ukraina. Di sisi lain, Ukraina melaporkan bahwa mereka telah menghadang 48 drone dan sebuah rudal jelajah Rusia.
Acara kemerdekaan ini juga dimeriahkan oleh kehadiran tamu penting seperti utusan khusus AS, Keith Kellogg, serta Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang baru tiba dan menyatakan dukungan militer senilai CA$2 miliar.
Norwegia turut menyumbang sekitar $695 juta dalam bantuan pertahanan udara. Sementara itu, Paus Leo XIV memberikan dukungan moral melalui doa dan pesan pribadi kepada Presiden Zelenskyy.
Di dalam negeri, Presiden Zelenskyy menyampaikan pidato tegas dari Kiev, menegaskan tekad bangsa Ukraina untuk hidup aman, berdaulat, dan damai. Sementara itu pertempuran di Donetsk masih berlanjut, dan pertukaran tahanan berhasil dilakukan antara kedua negara. (cj)
Editor : A. Nugroho