INTERNASIONAL - Presiden Donald Trump tengah merencanakan operasi besar-besaran penegakan imigrasi di kota-kota seperti Chicago dan Boston, yang dikenal sebagai “sanctuary cities”, daerah yang menolak bekerja sama penuh dengan agen federal seperti ICE.
Strategi ini merupakan bagian dari kampanye Trump untuk memperkuat penegakan hukum dan “memulihkan ketertiban”, terutama menarget kota-kota mayoritas dikuasai Demokrat. Operasi ini kemungkinan akan melibatkan gelombang agen federal dan bahkan pasukan Garda Nasional.
Di Chicago, rencana ini mendapatkan reaksi langsung. Gubernur JB Pritzker dan Wali Kota Brandon Johnson mengecam niat federal tersebut dan menyebutnya politik balas dendam.
Johnson bahkan menandatangani perintah eksekutif yang melarang polisi lokal bekerja sama dengan agen federal dalam operasi imigrasi atau razia. Masyarakat, terutama komunitas imigran, diberi pengarahan tentang hak-hak hukum mereka menjelang kemungkinan razia.
Sumber juga menyebutkan bahwa sudah ada persiapan khusus di Naval Station Great Lakes di pinggiran Chicago, tempat sejumlah agen ICE dilatih, termasuk penggunaan kendaraan tak berlabel dan taktik pembubaran massa.
Sementara itu, kota Boston juga menjadi target fokus berikutnya. Trump mendapatkan mandat dari pemerintah untuk meningkatkan operasional ICE di sana, mencerminkan strategi yang lebih luas bertujuan menggempur kebijakan imigrasi di kota-kota yang menentangnya.
Kesiapan ketiga, komunitas imigran bersiap, pemerintah lokal melakukan perlawanan, dan persiapan militer-didukung agen federal berjalan beriringan, menggambarkan ketegangan yang semakin meningkat antara strategi nasional dan kebijakan lokal di tengah sengkarut politik dan keamanan dalam negeri. (cj)
Editor : A. Nugroho