Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalur Minyak Dunia Terancam! Iran Tolak Buka Selat Hormuz sebelum Blokade AS Dicabut

Marsha Nathaniela • Senin, 20 April 2026 | 10:05 WIB
Iran tutup kembali Selat Hormuz karena AS masih melakukan blokade di pelabuhan Iran. (Freepik).
Penutupan kembali Selat Hormuz dipicu oleh blokade yang dilakukan AS di pelabuhan Iran.(Freepik).

RADAR MALANG – Iran kembali memperketat Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) setelah jalur vital tersebut dibuka selama beberapa jam untuk pelayaran komersial. Keputusan ini dibuat lantaran Amerika Serikat dinilai melanggar perjanjian dengan memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan yang ada di Iran.

Penutupan Selat Hormuz berlangsung tidak lama setelah lebih dari belasan kapal komersial melintas, menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Berdasarkan kesepakatan, jalur tersebut seharusnya terbuka selama 10 hari, mulai dari Kamis (16/4) dan berakhir pada 26 April. Namun, militer AS dilaporkan terus melakukan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran.

Baca Juga: Perundingan AS-Iran di Islamabad Gagal Capai Kesepakatan

Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa langkah blokade yang dilakukan oleh AS disebut sebagai bentuk pembajakan sekaligus pencurian maritim. Mereka juga menegaskan bahwa saat ini Selat Hormuz berada di bawah pengawasan serta kendali penuh angkatan bersenjata.

“Selama Amerika Serikat belum memulihkan kebebasan penuh navigasi bagi kapal-kapal yang berangkat dari Iran menuju tujuan mereka dan kembali, maka status Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat dan berada dalam kondisi sebelumnya,” ungkap IRGC dalam keterangannya.

Baca Juga: Harga BBM di AS Melonjak hingga US$4 per Galon, Ini Perbandingannya dengan Iran

Menanggapi hal ini, Presiden Donald Trump menuding Iran berupaya menekan Amerika Serikat melalui kebijakan penutupan tersebut.

“Mereka sedikit ‘bermain-main’ seperti yang sudah mereka lakukan selama 47 tahun. Tidak ada yang pernah menghadapi mereka, kami yang melakukannya,” terang Trump berdasarkan laporan Sky News Australia.

Di sisi lain mengutip dari YnetNews, melalui Dewan Keamanan Nasional Tinggi, Iran menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat di Selat Hormuz hingga konflik benar-benar berakhir demi mencapai perdamaian jangka panjang.

Baca Juga: Jalur Diplomasi Berhasil, Status Negara Sahabat Jadi Kunci Kapal Tanker Pertamina Diizinkan Lintasi Selat Hormuz

Editor : Aditya Novrian
#selat hormuz #selat hormuz kembali ditutup #iran #trump