Terungkap! Trump Diam-Diam Kabur dari Air Force One Lewat Truk Katering Buntut Ancaman Pembunuhan Iran

Valda Yumna Novfitri • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Project Freedom di Selat Hormuz akan dihentikan sementara. (@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Project Freedom di Selat Hormuz akan dihentikan sementara. (@realdonaldtrump)

MALANG, RADAR MALANG – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menjalani operasi rahasia yang rumit untuk keluar dari Turki menuju Inggris bulan lalu.

Trump kabur dengan menggunakan truk katering bandara dan pesawat militer terpisah, di tengah ancaman pembunuhan dari Iran.

Baca Juga: Trump Sebut Perundingan AS-Iran Dimulai, Fokus pada Selat Hormuz dan Program Nuklir

Berdasarkan laporan investigasi The Washington Post yang dikutip sejumlah media AS pada Senin (10/8), operasi ini terjadi usai Trump menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, pada 8 Juli lalu.

Operasi tersebut dipicu oleh informasi intelijen soal adanya rencana pembunuhan yang kredibel terhadap Trump saat meninggalkan lokasi KTT.

Trump sebelumnya terlihat oleh publik naik ke pesawat Air Force One versi lama untuk menuju Inggris, sementara pesawat Air Force One baru pemberian Qatar disebut sengaja diterbangkan lebih dulu agar bisa dilihat oleh pasukan AS di Inggris.

Namun menurut laporan Washington Post, tak lama setelah menaiki Air Force One lama, Trump dan beberapa staf secara diam-diam berpindah lewat pintu belakang pesawat menuju truk katering yang biasa digunakan untuk memuat makanan dan minuman penerbangan.

Dari truk tersebut, Trump kemudian dipindahkan ke pesawat militer lain yang lebih kecil, jenis Air Force C-32A, tanpa sepengetahuan wartawan maupun sejumlah staf Gedung Putih yang saat itu berada di pesawat Air Force One lama, yang pada akhirnya berfungsi sebagai umpan.

Jendela pesawat umpan tersebut bahkan diperintahkan untuk ditutup penuh selama penerbangan atas instruksi Secret Service.

Setibanya di Inggris, publik baru melihat Trump turun dari Air Force One lama untuk kemudian naik ke pesawat baru pemberian Qatar, seolah-olah ia baru saja tiba dengan pesawat tersebut.

Menanggapi laporan ini, pihak Gedung Putih tidak membantah secara spesifik, namun menyatakan bahwa mereka menggunakan segala cara untuk melindungi presiden dari ancaman musuh-musuh Amerika.

Baca Juga: Tarif Trump 10 Persen Berlaku Global, tapi 148 Komoditas Ekspor Indonesia Ini Masih Bebas Pajak

Trump sendiri sebelumnya sempat membantah adanya masalah keamanan terkait penerbangannya saat ditanya wartawan, meski ia mengakui alasan penutupan jendela pesawat karena situasi yang menurutnya "berbahaya".

Operasi pengalihan pesawat kepresidenan seperti ini pernah terjadi sebelumnya, seperti pada kunjungan mantan Presiden Bill Clinton ke Islamabad, Pakistan, pada Maret 2000. Namun, publik tidak pernah mengetahui adanya operasi pengelabuan seperti ini sebelumnya.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : sumber dari segala sumber
air force one ancaman kejahatan donald trump