MALANG, RADAR MALANG - Eskalasi ketegangan di Timur Tengah hari ini, Jumat (11/9). Berada dalam fase kritis menyusul rentetan perang terbuka maritim (tanker war) langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz, serta perluasan baku serang ke pangkalan militer di negara sekutu. Berikut adalah rincian ketegangan utama yang mendominasi kawasan saat ini:
- Perang Tanker dan Konfrontasi Maritim di Selat Hormuz
- Baku Serang AS-Iran: Situasi di laut memanas setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam tiga kapal tanker minyak milik Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membalas secara radikal dengan menembakkan rudal ke arah kapal perang dan tanker AS yang berpatroli di Selat Hormuz.
- Penyitaan Drone Bawah Laut: IRGC mengklaim telah menangkap drone kapal selam nirawak milik AS (Anduril Dive-LD) di pintu masuk Selat Hormuz, yang memperlihatkan tingginya intensitas operasi intelijen bawah air.
Baca Juga: Trump Sebut Perundingan AS-Iran Dimulai, Fokus pada Selat Hormuz dan Program Nuklir
2. Perluasan Serangan Udara ke Yordania
- Rudal Iran Hantam Pangkalan AS: Iran meluncurkan rentetan rudal balistik tipe cluster munition (amunisi tandan) yang menargetkan pangkalan udara Muwaffaq Salti di Jordan, yang menampung jet tempur canggih AS.
- Respons Pertahanan: Sistem pertahanan udara Yordania bersama militer AS berhasil mencegat sebagian besar rudal, sehingga kerusakan pada fasilitas militer dilaporkan minimal tanpa adanya korban jiwa dari pihak tentara AS.
3. Tekanan Diplomatik dan Klaim Netanyahu
- Klaim Keruntuhan Rezim: Saat mengunjungi pasukan di perbatasan Suriah (Gunung Hermon), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mengklaim bahwa rezim Teheran berada di ambang keruntuhan dan menegaskan tujuan utamanya saat ini adalah menjatuhkan pemerintahan garis keras Iran.
- Upaya Mediasi: Di tengah ancaman perang yang meluas, pemerintah Qatar bersama Oman terus bergerak di belakang layar untuk mempersiapkan draf kesepakatan darurat Iran-AS demi mencegah kelumpuhan total jalur pelayaran internasional.
4. Dampak Ekonomi Global Terkini
- Minyak Dunia Melonjak: Gangguan keamanan di Selat Hormuz memicu kepanikan pasar energi. Harga minyak mentah dunia jenis WTI dan Brent melonjak tajam mendekati US$100 perbarel.
- Sentimen Pasar Saham & Kripto: Kekhawatiran inflasi akibat krisis energi ini menekan bursa saham Asia, termasuk IHSG yang sempat terkoreksi. Sementara itu, pasar kripto ikut bergejolak, membuat harga Bitcoin sempat tertekan ke level $77.600 sebelum perlahan pulih.
Baca Juga: Intelijen Israel Laporkan Dugaan Rencana Baru Iran untuk Membunuh Donald Trump
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber