Wakil PM Malaysia Kunjungi Jakarta, Bahas Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:50 WIB
Kunjungan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid ke Indonesia bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming/ sumber: antaranews
Kunjungan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid ke Indonesia bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming/ sumber: antaranews

 

MALANG, RADANG MALANG – Wakil Perdana Menteri  Malaysia, Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi, sedang melakukan kunjungan kerja resmi ke Jakarta 17-20 September 2026. Pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Kamis (17/9) menerima kunjungan kehormatan  Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral di beberapa sektor penting:

  1. Industri Halal, mengupayakan saling pengakuan sertifikasi halal antar kedua negara untuk mempermudah penetrasi dan memperluas pasar produk halal secara global. Ahmad Zahid juga dijadwalkan menghadiri Halal Consultation Forum  di cibubur.
  2. Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), mendorong percepatan pembaruan MoU terkait penempatan dan perlindungan PMI, khususnya perluasan kuota bagi tenaga kerja berketerampilan menengah hingga tinggi (medium and high skille workers) di sektor formal.
  3. Pembangunan perdesaan, mengingat posisi Ahmad Zahid yang juga menjabat sebagai Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia.
  4. Kerja sama lingkungan dan karhutla, Menteri Ssumber Daya Alam Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup mengumumkan bahwa Malaysia telah mendapatkan izin resmi untuk memasuki wilayah udara indonesia untuk mengatasi kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sebelum kedatangan Wakil PM Ahmad Zahid, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menggelar resepsi National Day Mlayasia 2026 di Hotel St. Regis Jakarta pada Selasa malam (15/9).

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi kabinet Indonesia, termasuk Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Mendagri Tito Karnavian, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto yang mendorong pembentukan Konsorsium Akademik bersama Indonesia-Malaysia.

Baca Juga: e-KTP Indonesia vs MyKad Malaysia, Apa Saja Perbedaannya?

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
karhutla indonesia Malaysia imigran