Pernyataan Carney kontras dengan sikap sejumlah petinggi militer AS. Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo, sebelumnya menepis pertanyaan hipotetis seorang jurnalis soal kemungkinan invasi Amerika ke Kanada. Ia menyebut gagasan itu "sama sekali dan benar-benar tidak masuk akal."
"Apakah Anda juga mau menanyakan rencana serangan saya terhadap makhluk Mars?" ujar Paparo.
Sehari setelah wawancara Carney terbit, Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty menegaskan bahwa kajian semacam itu merupakan praktik lazim di dunia militer. Namun, ia juga enggan mengungkap detail perencanaan kontingensi tersebut.
"Semua militer di dunia meluangkan waktu untuk menganalisis skenario risiko. Warga Kanada sebaiknya memahaminya seperti yang dijelaskan perdana menteri, yaitu sebagai risiko dengan kemungkinan sangat kecil," kata McGuinty pada Kamis (24/9/2026).
Bagi banyak orang, istilah aksi militer Amerika identik dengan tank, jet tempur, dan drone yang menerobos perbatasan Kanada. Namun, mayoritas pakar menilai skenario itu kecil kemungkinannya mengingat luasnya wilayah Kanada dan sulitnya mengamankan seluruh negeri. Para ahli umumnya sepakat, dalam konflik konvensional militer Kanada akan cepat kewalahan, sehingga perlawanan kemungkinan berbentuk perang gerilya.
Meski demikian, terdapat sejumlah skenario lain yang turut diperhitungkan. Skenario itu berkisar dari pergantian rezim secara kilat, seperti penangkapan mantan diktator Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan komando AS, hingga kampanye udara terbatas seperti yang berlangsung terhadap Iran.
Departemen Pertahanan Nasional Kanada, layaknya institusi militer di berbagai negara, menyimpan banyak rencana kontingensi, sebagian bahkan telah disusun sejak puluhan tahun lalu. Pensiunan Letnan Jenderal Andrew Leslie, yang pernah memimpin bagian penyusun dan pembaruan rencana tersebut di departemen pertahanan, menjelaskan bahwa dokumen itu direvisi mengikuti perkembangan situasi global, terutama ketika muncul pemimpin baru di negara yang berkaitan dengan kepentingan Kanada.
"Anda membuat penilaian tentang apa yang mungkin terjadi dan apa yang tidak mungkin terjadi," kata Leslie dalam wawancara dengan CBC News.
"Anda berkonsultasi dengan departemen lain, dengan para ahli lain, lalu Anda menyimpannya kembali," lanjutnya.
Leslie menilai rencana itu kemungkinan besar telah diperbarui setelah Trump kembali terpilih pada 2024 dan rutin ditinjau ulang, terlebih setelah pemerintahan Trump mengancam akan merebut Greenland secara paksa pada Januari lalu.
"Dalam konteks ancaman yang dikeluarkan Gedung Putih terhadap Kanada, hal itu kemungkinan besar memicu perhatian yang lebih intens," ujar Leslie, merujuk pada wacana negara bagian ke-51 dan peta yang menampilkan Kanada sebagai bagian dari AS.
Lebih dari setahun lalu, tepatnya Januari 2025, Trump memang menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mencaplok Kanada. Namun, ia menyebut akan memakai tekanan ekonomi untuk mendorong Kanada bergabung dengan Amerika Serikat.
Dengan rangkaian pernyataan tersebut, menurut Leslie, wajar jika Carney meminta rencana pertahanan direvisi. Leslie, yang juga pernah menjabat Komandan Angkatan Darat Kanada, menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan mandat utama seorang pemimpin nasional.
"Yang sering dilupakan banyak orang adalah tugas pertama seorang pemimpin politik di tingkat nasional adalah menjaga keselamatan dan keamanan warga Kanada," kata Leslie.
"Jadi, sudah menjadi kewajibannya memastikan seluruh uji tuntas dan langkah kehati-hatian diambil untuk melihat apa yang mungkin berubah dari cara rencana lama ditulis atau diperbarui. Dan sudah menjadi kewajiban Kepala Staf Pertahanan (Jenderal Jennie Carignan) untuk memberi masukan sesuai hal itu, dan saya sangat yakin ia telah melakukannya," tambahnya.
Isu kemungkinan aksi militer AS kini menjadi topik sensitif di Kanada. Anggota parlemen dari Partai Demokrat Baru (NDP), Gord Johns, menyebut kekhawatiran itu dirasakan luas oleh masyarakat, terutama ketika Trump menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 atau memanggil Carney sebagai gubernur Kanada.
"Saya rasa setiap warga Kanada mengkhawatirkannya," kata Johns saat memasuki gedung House of Commons, Kamis.
Sebaliknya, sebagian warga AS justru bingung dengan reaksi tersebut karena sudah terbiasa dengan ancaman, ejekan, dan sindiran Trump. Matthew Schmidt, profesor madya di University of New Haven, Connecticut, sekaligus mantan pengajar di U.S. Army War College, mengakui banyak warga Amerika, termasuk dirinya, tidak menyadari dampak ucapan Trump terhadap negara lain.
"Saya rasa saya tidak benar-benar merasakan apa yang dirasakan warga Kanada terhadap Amerika Serikat," ujar Schmidt.
"Kami benar-benar tidak memahami dampak ucapan presiden terhadap negara lain," lanjutnya.
Dalam wawancara yang sama, Carney juga membahas rencana Kanada mengurangi ketergantungan pada layanan internet satelit Starlink yang dikendalikan perusahaan Elon Musk. Ia turut menyinggung opsi alternatif selain membeli jet tempur siluman F-35 buatan AS. Rencana pengadaan armada penuh F-35 hingga kini masih berada dalam tinjauan politik pemerintahan Carney, yang dimulai lebih dari setahun lalu sebagai respons atas perang dagang yang dipicu Trump.
Perang dagang kedua negara kian memanas setelah upaya mencapai kesepakatan dagang gagal pada pertengahan Agustus. Sehari setelah perundingan buntu, Trump memberlakukan bea masuk 50 persen terhadap barang Kanada senilai 28 miliar dolar. Kanada kemudian membalas dengan tarif balasan pada awal September. Trump juga menandatangani perintah untuk mengidentifikasi dan menghapus produk asal Kanada dari sistem pengadaan pemerintah AS.
Meski hubungan dagang memburuk, Carney menyebut dirinya dan Trump masih sering berkomunikasi, termasuk setelah perundingan runtuh bulan lalu. Dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy awal bulan ini, Carney mengatakan keduanya mampu memisahkan persoalan dan tetap bekerja sama menyelesaikan isu global, seperti perang di Ukraina.
Pada hari yang sama dengan terbitnya wawancara Carney, Trump melalui media sosial mengklaim Kanada sedang menghancurkan dirinya sendiri karena membiarkan jutaan orang masuk tanpa pemeriksaan. Trump tidak menyertakan bukti atas klaim tersebut, namun menyebutnya sebagai pengambilalihan oleh Partai Liberal yang akan berakhir buruk.
Carney dan Trump tidak bertemu saat sama-sama menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-81 pekan ini. Kunjungan tersebut merupakan perjalanan pertama Carney ke Amerika Serikat sejak negosiasi dagang kedua negara kandas bulan lalu.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber