Anthropic, perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) di balik Claude, mulai memperluas aktivitasnya dari pengembangan model AI ke eksperimen biologi secara langsung. Perusahaan tersebut telah menyiapkan laboratorium biologi atau wet lab di kawasan San Francisco Bay Area, Amerika Serikat.
Langkah ini menjadi bagian dari ambisi Anthropic untuk memanfaatkan AI dalam bidang ilmu hayati, termasuk membantu penelitian penyakit dan pengembangan obat. Keberadaan laboratorium tersebut dikonfirmasi langsung oleh Eric Kauderer-Abrams, Head of Life Sciences Anthropic, dalam wawancara dengan Reuters pada September 2026.
“We believe that to do biology, the final test is still and will be for a while in real lab work,” kata Kauderer-Abrams kepada Reuters.
Menurutnya, Anthropic saat ini melakukan sebagian pekerjaan biologi di fasilitas internal dan sebagian lainnya melalui mitra eksternal. Pendekatan tersebut disebut serupa dengan praktik yang dilakukan perusahaan bioteknologi dalam menjalankan penelitian.
Namun, juru bicara Anthropic kemudian memberikan klarifikasi bahwa laboratorium tersebut tidak secara khusus digunakan untuk penemuan obat (drug discovery). Perusahaan tidak menjelaskan lebih jauh mengenai fungsi spesifik laboratorium tersebut.
Perluasan ke eksperimen fisik menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam ilmu hayati tidak lagi hanya mengandalkan simulasi komputer atau pendekatan in silico. Anthropic juga tengah mengeksplorasi penggunaan AI untuk mengarahkan sistem robotik dalam menjalankan eksperimen laboratorium dengan keterlibatan manusia yang lebih terbatas.
Kauderer-Abrams mengatakan Anthropic masih berada pada tahap awal dalam penggunaan AI untuk mengotomatisasi pelaksanaan pekerjaan laboratorium. Menurut dia, teknologi tersebut berpotensi mempercepat berbagai proses penelitian.
Di tengah ekspansi tersebut, aspek keselamatan menjadi perhatian penting bagi Anthropic. Perusahaan sebelumnya mengungkapkan adanya upaya penyalahgunaan sistem AI yang berpotensi mendukung pengembangan senjata biologis. Kondisi tersebut membuat Anthropic harus mempertemukan pengembangan kemampuan AI untuk penelitian biologi dengan mekanisme pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan.
Pada 17 September 2026, sehari sebelum laporan Reuters diterbitkan, Anthropic juga mengumumkan Life Sciences Verification Program (LSVP). Program ini memberikan akses kepada profesional ilmu hayati terhadap model Mythos, Opus, dan Sonnet dengan sistem pengamanan yang disesuaikan untuk kebutuhan penelitian biologi. Program tersebut diluncurkan dalam tahap beta dan pada awalnya ditujukan bagi tim serta institusi.
Melalui LSVP, Anthropic membuka penggunaan model AI untuk berbagai kebutuhan yang sebelumnya dibatasi pada model yang tersedia secara umum. Cakupannya antara lain penemuan obat, penelitian biologi, pengembangan klinis, manufaktur, hingga aktivitas penelitian dan pengembangan lainnya.
Akses tersebut tidak diberikan secara bebas. Setiap organisasi harus melalui proses verifikasi yang mencakup kredensial penelitian, standar keamanan, serta pengawasan etika penelitian. Anthropic kemudian menyediakan dua jenis akses, yakni Standard Use dan High-risk Use.
Standard Use ditujukan untuk sebagian besar kegiatan ilmu hayati, sedangkan High-risk Use diperuntukkan bagi proyek tertentu yang memiliki potensi penyalahgunaan lebih tinggi dan membutuhkan proses pemeriksaan tambahan. Anthropic menyatakan akses High risk Use untuk beberapa modelnya saat ini masih dibatasi dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Anthropic juga menerapkan mekanisme pemantauan terhadap penggunaan akses tersebut. Aktivitas yang terindikasi berada di luar penggunaan yang telah disetujui dapat ditandai untuk ditindaklanjuti oleh administrator organisasi.
Dalam sistem LSVP, Anthropic menyatakan akan menyimpan data terkait aktivitas yang ditandai selama 30 hari untuk kebutuhan pemantauan. Data tersebut disebut dipisahkan secara ketat, tidak digunakan untuk melatih model, dan tidak dapat diakses oleh anggota tim riset ilmu hayati Anthropic.
Langkah Anthropic masuk lebih jauh ke bidang biologi juga ditandai dengan penguatan sumber daya perusahaan. Reuters melaporkan Anthropic telah merekrut tenaga dengan keahlian di bidang biologi dan biokimia, termasuk karakterisasi protein dan asam nukleat. Perusahaan juga sebelumnya meluncurkan Claude Science dan mengakuisisi startup Coefficient Bio untuk memperkuat pengembangan perangkat yang berkaitan dengan ilmu hayati.
Anthropic menyatakan bidang ilmu hayati telah menjadi salah satu area investasi terbesar perusahaan berdasarkan jumlah tenaga kerja dan sumber daya yang dialokasikan. Perusahaan juga melihat peluang penggunaan AI untuk membantu penelitian terhadap kondisi yang selama ini dianggap sulit ditangani atau disebut undruggable.
Salah satu area yang menjadi perhatian adalah pengembangan molekul kompleks, termasuk antibodi bispesifik dan trispesifik yang dapat diarahkan pada beberapa titik target protein atau sel.
Meski demikian, ekspansi Anthropic belum berarti perusahaan telah menghasilkan obat yang siap digunakan pasien. Setelah kandidat molekul ditemukan, proses pengembangan obat masih membutuhkan penelitian praklinis, pengujian keamanan dan efektivitas, serta uji klinis pada manusia yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Reuters mencatat Anthropic saat ini belum menjalankan uji klinis dan menyatakan tidak ingin bersaing langsung dengan perusahaan farmasi dan bioteknologi yang menjalankan bisnis hingga tahap pemasaran obat.
Di sisi lain, Anthropic telah membangun hubungan dengan sejumlah perusahaan farmasi melalui penyediaan teknologi AI dan perangkat untuk penelitian. Program LSVP juga telah melibatkan puluhan organisasi pada tahap akses awal dan Anthropic menyatakan menargetkan pendaftaran ratusan organisasi dalam tahap awal perluasan program.
Xaira Therapeutics, salah satu organisasi yang memberikan pernyataan dalam pengumuman LSVP, menyebut program tersebut dapat membantu menggabungkan kemampuan AI dengan pengembangan data dan model biologi. Edison Scientific dan Manifold Bio juga menyatakan ketertarikannya terhadap penggunaan model AI Anthropic dalam penelitian ilmu hayati.
Perkembangan ini menempatkan Anthropic pada persimpangan antara kemajuan AI, otomatisasi laboratorium, dan penelitian biologi. Di satu sisi, perusahaan berupaya mempercepat proses penelitian dengan AI dan eksperimen fisik. Di sisi lain, Anthropic tetap menghadapi tantangan dalam memastikan teknologi tersebut digunakan oleh pihak yang terverifikasi dan tidak dialihkan untuk tujuan berbahaya.
Dengan laboratorium fisik, otomatisasi eksperimen, serta program akses khusus bagi peneliti, Anthropic kini tidak hanya mengembangkan AI untuk membantu manusia menganalisis pengetahuan biologi. Perusahaan juga mulai membangun infrastruktur yang memungkinkan AI digunakan lebih dekat dengan proses eksperimen biologis secara langsung.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber