RADAR MALANG – Gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dan disebut sebagai yang terlama di daratan sejak 1991. Durasi totalitas maksimumnya mencapai 6 menit 23 detik, menurut data NASA yang dikutip Medcom. Para pemburu gerhana pun menjulukinya “gerhana abad ini”.
Jalur totalitasnya melintasi Spanyol bagian selatan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, dan Yaman. Wilayah di luar jalur itu masih bisa melihat gerhana sebagian, termasuk sebagian Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Puncak gerhana terjadi sekitar pukul 10.07 UTC atau 17.07 WIB.
Durasi terlama berada di sekitar Luxor, Mesir, dengan total lebih dari enam menit. Data Time and Date menyebut rata-rata tutupan awan di kota itu pada 2 Agustus hanya 0 persen. Kondisi ini membuat Luxor diincar para pengamat.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, BMKG Pastikan Tak Bisa Diamati dari Indonesia
Soal sebutan “terlama abad ini”, data NASA menunjukkan gerhana 22 Juli 2009 sekitar 16 detik lebih lama. Gerhana tersebut terjadi di atas Samudra Pasifik. Karena itu, gerhana 2027 lebih tepat disebut terlama di daratan.
Bagi Indonesia, jalur totalitas tidak melewati wilayah tanah air. Detikjatim menyebut Indonesia hanya mengalami gerhana matahari sebagian. Cakupan dan jamnya sebaiknya dicek lewat BMKG.
Sebelumnya, gerhana matahari cincin terjadi pada 6 Februari 2027 dengan puncak pukul 16.00 UTC atau 23.00 WIB. Gerhana itu juga tidak melintasi wilayah Indonesia.
Warga yang ingin mengamati gerhana sebagian wajib memakai kacamata gerhana, bukan kacamata hitam biasa. Menatap matahari secara langsung dapat merusak mata.
Baca Juga: Jadwal dan Cara Menonton Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus via Kanal Resmi NASA
Editor : Aditya N. RianSumber : Diolah dari berbagai sumber