Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Durian Tikno Dapat Sertifikasi dari PPVTPP Kementan

Editor : Hendarmono Al S. • Rabu, 18 November 2020 | 23:11 WIB
Proses verifikasi terhadap durian tikno sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Kini varietas itu sudah mendapat sertifikasi dari PPVTPP Kementan. (Darmono/Radar Kanjuruhan)
Proses verifikasi terhadap durian tikno sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Kini varietas itu sudah mendapat sertifikasi dari PPVTPP Kementan. (Darmono/Radar Kanjuruhan)
JABUNG – Upaya Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang mengajukan varietas durian tikno ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mendapatkan sertifikasi membuahkan hasil. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI menerbitkan sertifikasi dengan nomor surat 1542/PVL/2020 untuk salah satu komoditi unggulan Kabupaten Malang ini.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Hortikultura DTPHP Kabupaten Malang Budi Widodo mengatakan, durian tikno yang berasal dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung ini, memang agak berbeda dari durian lainnya. Salah satunya terletak dari segi rasa dan bau yang tidak terlalu menyengat. ”Pada saat makan durian ini rasanya seperti makan es krim,” kata Budi.

Dia juga menjelaskan jika daya simpan durian tikno itu bisa berlangsung sekitar 5 hingga 7 hari pascapanen. Hasil buahnya per pohon dalam setahun bisa mencapai 210-380 kilogram.

”Ketebalan daging buahnya sudah mau mendekati montong. Persentase bagian buah yang dapat dikonsumsi sekitar 36 persen dan yang tertinggi bisa mencapai 36,7 persen,” papar Budi.

Dia melanjutkan, warna buah itu tidak begitu mencolok seperti durian lainnya. ”Biasanya orang-orang suka yang warnanya mencolok, namun buah ini kuningnya tidak mencolok,” ungkap dia.

Soal nama ”tikno”, Budi menyebut bila jenis durian itu memang termasuk dalam pohon induk tunggal (PIT). Nama pemilik satu-satunya pohon durian tersebut adalah Sutikno. Dari situlah tercetuslah nama tikno dalam varietas tersebut.

”Sejarahnya dia (Sutikno) menanam biji durian bajul, warna bijinya seperti kulit buaya dan punggungnya pun seperti buaya. Jenis durian ini termasuk jenis yang unggul di Kabupaten Malang,” ucapnya.

Pewarta: Septianur Aji Hariyanto Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#DTPHP Kabupaten Malang #Durian Tikno #RMC #PPVTPP Kementan