"inginnya direalisasikan tahun ini, tapi kami masih pengajuan ke pusat untuk anggaran dananya," terang Sekretaris Desa Ngijo, Muhammad Shofi, saat ditemui di Kantor Desa Ngijo Rabu (6/1).
Shofi menerangkan, wisata edukasi Desa Ngijo akan dikonsep sebagai destinasi agrowisata. Dimana, di lahan yang notabene berstatus lahan kas desa tersebut akan ditanami berbagai macam tanaman komoditi pertanian dan perkebunan. Seperti sawi manis, bawang putih, bawang merah, brokoli dan sejenisnya. Selain dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, tanaman tersebut juga bisa dijual pada pengunjung.
“Nantinya wisata edukasi Desa Ngijo berfokus pada sektor pertanian, pengunjung dapat langsung berinteraksi dengan petani sekaligus bisa langsung membeli hasil pertanian di tempat tersebut,“ ungkap Shofi.
Lebih lanjut, shofi mengatakan selain melibatkan petani dan warga sekitar untuk mengelola wisata tersebut, perangkat desa juga mengajak peran serta karang taruna.
“Ya nanti karang taruna juga dilibatkan, anak-anak muda kan banyak idenya. Siapa tahu, wisata tersebut bakal lebih berkembang lagi dengan campur tangan anak-anak muda,” jelas Shofi.
Sementara itu, disinggung mengenai perubahan fungsi TPA yang seharusnya menjadi muara pembuangan sampah. Shofi mengaku sudah menyiapkan lahan pengganti untuk tempat pembuangan sementara.
“Kita sudah menyiapkan tempat pembuangan sementara dan sudah berjalan selama tiga bulan ini,” tutupnya.
Pewarta: Andika Satria Perdana
Editor : Shuvia Rahma