Namun, pengurusan dari rumah itu hanya berlaku untuk ujian teori saja. Sementara untuk ujian praktik, masyarakat pemohon SIM wajib datang ke satpas. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar memaparkan, inovasi SIM Presisi ini pengembangan dari inovasi sebelumnya, yakni SIM Salabim dan SIM Manis. ”Dan hari ini (kemarin) kami kembangkan lagi yakni SIM Presisi,” terangnya kemarin (3/3).
Untuk diketahui, SIM Salabim merupakan layanan SIM drive-thru dalam rangka mempermudah masyarakat memperpanjang SIM. Sedangkan SIM Manis untuk mempermudah perempuan mengurus SIM, mereka tidak perlu antre seperti para laki-laki.
Perwira dengan dua melati di pundaknya ini memaparkan, SIM Presisi ini adalah wujud dari implementasi program kapolri tentang peningkatan kualitas pelayanan publik. ”Jadi kami berursaha mempersingkat birokrasi yang ada dalam pembuatan SIM,” jelasnya.
Jika biasanya dalam pengerjaan ujian teori pemohon SIM harus hadir di satpas, kali ini dalam ujian teori tersebut sudah satu rangkap dalam aplikasi SIM Presisi ini. ”Jadi ujian teori bisa dilaksanakan di rumah atau dari kantor,” tuturnya.
Hendri menambahkan, dalam aplikasi ini sudah ditempatkan sekitar 2.000 bank soal yang biasanya dikeluarkan dalam ujian teori. ”Kemudian secara acak akan muncul 30 soal yang harus dikerjakan, baik secara online maupun virtual,” kata dia.
Setelah selesai dikerjakan, Hendri memaparkan, nanti akan secara langsung diinfokan apakah yang bersangkutan tersebut dinyatakan lulus atau tidak. ”Kemudian akan disuruh mengisi lagi di aplikasi dan digunakan datang ke satpas untuk mendapatkan nomor antrean,” bebernya.
Sesampainya di satpas, pemohon tersebut langsung melaksanakan ujian praktik tanpa ujian teori lagi. ”Setelah itu selesai, tinggal foto dan tidak lebih dari 30 menit selesai. SIM bisa diterima oleh masyarakat,” ujarnya
Dengan di-launching-nya aplikasi SIM Presisi ini, Hendri mengatakan, target pemohon SIM yang biasanya hanya 20 orang hingga 30 orang saja, diupayakan meningkat jadi 50 orang per hari. ”Karena sekarang datang ke satpas langsung praktik, jadi bisa lebih singkat dan target makin banyak,” tandasnya.(rmh/ajh/c1/dan) Editor : Ahmad Yani