Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Owner Omah Semar, Lepas Karir di Ibukota Demi Majukan Wisata Malang

Shuvia Rahma • Selasa, 6 April 2021 | 03:38 WIB
Camalia Fajrina ist)
Camalia Fajrina ist)
Pandemi Covid-19 bagi Camalia Fajrina adalah kawah candradimuka dalam mengembangkan bisnis pariwisata. Sebab, di saat pandemi jugalah Omah Semar Poncokusumo yang berada di bawah manajemen PT Kashin Megah DJaya (KMD) lahir

MENDAPAT mandat untuk mengelola bisnis di tanah kelahiran pada saat sudah mapan di Jakarta bukan pilihan gampang bagi Camalia Fajrina El Haqy. Apalagi, posisinya sudah di level senior merchandiser executive di salah satu perusahaan ritel. Tak hanya itu, dia juga harus melepas kesempatan beasiswa S-2 ke Australia.

”Pilihan berat harus saya ambil. Sekitar akhir 2019, saya resign dari Fitmart dan harus pulang. Saya juga harus melepas kesempatan ke Australia,” ungkap Camalia.

Camalia adalah putri pertama dari tiga bersaudara. Sebagai anak tertua, dia merasa punya tanggung jawab besar untuk memajukan bisnis keluarga. Saat itu pembangunan Omah Semar sebagai rumahnya para budayawan memang sedang dibangun. Lokasinya berada di poros jalan utama menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tepatnya Jalan Raya Simpar, Desa Wringin Anom, Kecamatan Poncokusumo.

Pengalamannya bergelut di ibu kota sebagai seorang merchandiser pada Januari 2017-Februari 2019 dan delapan bulan sebagai senior merchandiser executive menjadi modal berharga baginya. Saat pembangunan Omah Semar berjalan, dia pun mulai menata manajemen internal.

”Saya mencari orang-orang seumuran dan pernah di Jakarta juga,” terangnya.

”Karena saya butuh orang-orang yang sudah terbiasa bekerja di bawah pressure serta total,” sambung dara kelahiran Malang, 27 September 1994, itu.

Jadilah, enam orang anak muda berada di bawah komandonya meng-create Omah Semar dengan konsep full budaya. Begitu masuk kawasan, di sisi kanan ada meeting room, kafe, bangsal kempal, Joglo Punokawan, lawasan (ruang terbuka dengan konsep zaman dulu), pasugatan atau semacam food court, dan gallery oleh-oleh.

Taman rumput yang berada di sebelah Joglo Punokawan menjadi area camping ground serta running event. ”April 2020 Omah Semar kami buka untuk privat. Baru 21 September di tahun yang sama, tempat budaya, oleh-oleh, dan mini rest area ini kami buka untuk umum,” beber dia.

Mengembangkan tempat wisata baru, membuat Camalia dan tim terus melakukan riset dan develop (research and development) agar orang-orang yang datang tidak bosan.

”Aturan social distancing membuat kami sempat meniketkan. Karena yang datang banyak, khawatirnya malah melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

”Sekarang kami sedang merancang playground. Dengan begitu, Omah Semar bisa menjadi alternatif tempat liburan keluarga,” tukas Camalia.

Seperti peribahasa berakit-rakit ke hulu, itu pula yang dirasakan Camalia dalam mengelola Omah Semar. Promosi dengan gencar, terus berinovasi, ditambah manajemen yang solid menjadi kunci suksesnya. ”Berada di jalur emas, saya yakin Omah Semar akan semakin bersinar ke depannya,” tandas dia. (c1)




Pewarta: Neny Fitrin Editor : Shuvia Rahma
#JPRM #wisata malang #Bromo #omah semar