Kasus pertama terjadi di Pantai Sendiki, di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, 15 Mei lalu. Korban atas nama Yuda, 19, warga Kecamatan Singosari, yang saat itu sedang berwisata diketahui hanyut terbawa ombak. Dia pun akhirnya ditemukan petugas dalam keadaan tak bernyawa.
Kasus berikutnya terjadi 26 Mei lalu. Enam wisatawan tersapu ombak di Pantai Batu Bengkung, di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. Keenam korban tersebut berasal dari rombongan wisatawan dari Kota Batu, Mojokerto Kota, dan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, Kabupaten Mojokerto. Setelah dilakukan pencarian intensif, 4 orang ditemukan petugas dalam keadaan tak bernyawa, sementara satu wisatawan bisa diselamatkan meski kondisinya kritis.
Sedangkan satu orang lainya atas nama Dimas Riza Nurul Hakim, 21, rombongan asal Kota Batu, hingga saat ini masih belum ditemukan.
Kasus berikutnya terjadi Minggu lalu (30/5). Dua warga Kabupaten Gresik diketahui mengalami laka laut di Pantai Banyu Meneng. Satu di antaranya tewas dan terseret ombak hingga Pantai Kondang Merak, sementara satu wisatawan lainnya berhasil selamat dengan kondisi luka-luka.
Tak ingin ketiga kasus laka itu terulang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang kini terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan para pengelola pantai di Malang Selatan. ”Sebenarnya, untuk safety-nya, di wisata pantai sudah ada larangan dan rambu yang menjelaskan di area-area mana boleh dilakukan aktivitas pengunjung,” kata Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan kemarin (31/5).
Sayangnya, dia menambahkan, rambu-rambu itu masih sering diabaikan pengunjung. Kini, setelah 3 kasus laka laut terjadi, BPBD bakal bersinergi dengan beberapa pihak untuk melakukan antisipasi, seperti dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa, hingga Perhutani KPH Malang. Sinergi itu menurutnya penting agar dapat memberikan rasa nyaman dan aman terhadap para pengunjung di tempat wisata.
”Memang laka air itu bisa terjadi sewaktu-waktu, tapi dengan kondisi sekarang ini yang telah banyak memakan korban, maka kita akan koordinasikan lebih lanjut agar pengelola lebih memperhatikan safety pengunjung,” papar Bambang.
Penjagaan di tempat-tempat wisata, khususnya pantai, bakal dilakukan lebih ketat. ”Kami berharap pengunjung juga lebih menaati peraturan dan berhati-hati sendiri saat berada di kawasan wisata. Sehingga hal semacam itu tidak terulang kembali,” harap dia. (rmc/fik/c1/by)
Editor : Ahmad Yani