Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni menjelaskan, akses di Jurang Mayit selama ini memang cukup ekstrem dan dikhawatirkan memicu kecelakaan seiring dengan kian banyaknya wisatawan yang datang. Alasan itulah yang membuat Pemkab Malang menginisiasi pembangunan Jembatan Srigonco. ”Jembatan itu juga memiliki safety atau tingkat keamanan bagi pengendara bermotor dan selesainya pembangunan jembatan itu juga di-plot untuk menunjang lanjutan proyek JLS (Jalur Lintas Selatan),” kata dia.
Di tempat lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara meyakini bila Jembatan Srigonco itu punya andil besar dalam upaya memajukan wisata pantai Malang selatan. ”Pastinya itu jadi pertimbangan yang baik untuk wisatawan. Karena tak perlu melewati jurang, sehingga mereka lebih merasa aman dan nyaman saat akan pergi ke pantai di Malang Selatan,” kata dia.
Jembatan itu diketahui memiliki panjang sekitar 120 meter. Lebarnya sekitar 6 meter. Dengan ukuran itu, rombongan wisatawan yang membawa bus atau kendaraan besar bisa melewatinya. ”Kalau kunjungan (wisatawan) naik, kan juga akan berimbas pada PAD (pendapatan asli daerah). Masyarakat juga bisa memanfaatkan hal itu. Sehingga memang (Jembatan Srigonco) berperan dalam perekonomian,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang itu.
Di sisi lain, saat ini lanjutan proyek JLS juga tengah dikebut. Bila rampung, akses dari perempatan Balekambang menuju Kabupaten Blitar akan tersambung. Proyek JLS kedua di Kabupaten Malang itu memiliki panjang sekitar 18,5 kilometer. Dari rencana awal, lanjutan proyek itu ditarget tuntas di tahun 2022 mendatang. ”Itu potensi yang sangat luar biasa. Kesempatan kerja akan lebih banyak muncul di sana (Malang selatan),” tutup Made. (rmc/fik/c1/by)
Editor : Ahmad Yani