Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) kabupaten Malang, Budiar Anwar mengatakan, dengan menggunakan bibit hibrida, satu hektare (Ha) sawah bisa menghasilkan 10 sampai 15 ton. Tapi jika menggunakan bibit biasa, hanya bisa memproduksi 6-7 ton per hektare.
Petani di Kabupaten Malang terkendala meningkatkan produksi padi karena mengandalkan bibit biasa. Mereka sudah tahu bahwa upaya meningkatkan produksi lebih efektif jika ditunjang bibit unggul, misalnya bibit padi hibrida.
Namun dua tahun belakangan ini jatah penggunaan bibit unggul terkendala. Hal itu karena hibah bantuan bibit unggul dari pemerintah terpangkas refocusing anggaran, sehingga berdampak terhadap besarnya bantuan bibit unggul yang dikucurkan pemerintah pusat ke daerah-daerah. "Karena saat ini situasi pandemi, jadi ada pemotongan juga dari pusat. Makanya hasil produksi padi gabah kami turun," ujar Budiar kemarin.(fik/dan) Editor : Shuvia Rahma