Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hibah Bibit Unggul Berkurang

Shuvia Rahma • Senin, 2 Agustus 2021 | 00:38 WIB
IMBAS PANDEMI: Hamparan sawah di Kabupaten Malang ini mengalami penurunan produksi padi.
IMBAS PANDEMI: Hamparan sawah di Kabupaten Malang ini mengalami penurunan produksi padi.
KABUPATEN - Predikat Kabupaten Malang sebagai lumbung pangan Jawa Timur terancam tergeser. Sebab dalam kurun waktu dua tahun terakhir, produksi padi menurun hingga 50 ribu ton. Penurunan produksi padi itu imbas dari terpangkasnya bantuan bibit unggul atau padi hibrida dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) kabupaten Malang, Budiar Anwar mengatakan, dengan menggunakan bibit hibrida, satu hektare (Ha) sawah bisa menghasilkan 10 sampai 15 ton. Tapi jika menggunakan bibit biasa, hanya bisa memproduksi 6-7 ton per hektare.

Petani di Kabupaten Malang terkendala meningkatkan produksi padi karena mengandalkan bibit biasa. Mereka sudah tahu bahwa upaya meningkatkan produksi lebih efektif jika ditunjang bibit unggul, misalnya bibit padi hibrida.

Namun dua tahun belakangan ini jatah penggunaan bibit unggul terkendala. Hal itu karena hibah bantuan bibit unggul dari pemerintah terpangkas refocusing anggaran, sehingga berdampak terhadap besarnya bantuan bibit unggul yang dikucurkan pemerintah pusat ke daerah-daerah. "Karena saat ini situasi pandemi, jadi ada pemotongan juga dari pusat. Makanya hasil produksi padi gabah kami turun," ujar Budiar kemarin.(fik/dan) Editor : Shuvia Rahma
#DTPHP Kabupaten Malang #bibit unggul #lumbung pangan