Data laporan harian di pasar sayuran di Subterminal Agrobisnis (STA) Mantung, Kecamatan Pujon mencatat, saat ini beberapa harga komoditas sayur sangat rendah. Komoditas sayur kol atau kubis hanya laku dengan harga Rp 5 ribu per kilogram. Sementara sawi putih hanya dibanderol Rp 2.500 per kilogram.
Sementara untuk seledri dibanderol dengan harga Rp 4 ribu, tomat sayur Rp 9 ribu, tomat buah Rp 9 ribu, dan wortel lokal Rp 4 ribu. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan, rata-rata penurunan harga sayuran itu berkisar 30 hingga 50 persen. ”Jadi yang paling mempengaruhi ini adalah kondisi pandemi. PPKM ini memang berdampak, tapi tidak banyak,” ucapnya.
Menurutnya, salah satu alasan kenapa pandemi bisa berpengaruh pada menurunnya harga sayuran itu karena saat ini banyak pengusaha kuliner yang gulung tikar. Sehingga permintaan sayuran juga menurun. ”Imbasnya harga menjadi turun,” imbuhnya
Pihaknya sudah menyampaikan sejumlah memberikan trik agar petani tak banyak merugi di masa pandemi ini. Salah satunya dengan aktif melihat trend sayuran yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada masa panen. ”Sayuran ini kan rata-rata panennya 3 bulan sekali. Dengan begitu mudah untuk mengganti tanamannya. Semisal komoditas A diprediksi bakal naik harga pada tiga bulan ke depan, maka petani bisa menanam itu,” kata mantan Kasubag Humas Pemkab Malang itu.
Dia berharap kondisi bisa segera membaik. Dengan begitu tingkat perekonomian petani juga bisa meningkat. ”Karena saat ini memang secara keseluruhan menurun. Baik penjualan lokal maupun yang ekspor,” tutup Budiar. (fik/by/rmc)
Editor : Farik Fajarwati