Yang pertama adalah Kopi Dampit. Kopi unggulan warga Bumi Kanjuruhan itu sudah diekspor ke berbagai negara. Kemudian yang kedua adalah olahan ikan dari Kecamatan Dampit. Kopi dan olahan ikan ini sudah diekspor ke berbagai negara di Eropa. ”Baik yang produksinya dari ikan tuna, nila, dan jenis ikan lainnya sudah dijual dalam bentuk makanan jadi,” ujar Bupati Malang Drs H M Sanusi MM di sela-sela launching ekspor perdana untuk minuman kesehatan di Jabung Kamis (9/9).
Produk ekspor yang ketiga adalah komoditas sayuran dari Poncokusumo, seperti kol atau kubis. Ekspor sayuran ini sudah menjadi perhatian dari Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo, akhir 2020 lalu. ”Dalam sehari itu, kami bisa kirim sayur dua kontainer ke luar negeri. Biasa dikirim ke Thailand, Taiwan, dan Singapura,” lanjut Sanusi.
Kemudian produk ekspor yang keempat dan baru saja di-launching adalah minuman kesehatan yang diproduksi oleh PT Agro Mintra Alimentare (AMA) asal Jabung. Minuman kesehatan probiotik itu yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit itu diekspor ke Shanghai, Tiongkok.
Ke depan, Sanusi optimistis makin banyak produk yang bisa diekspor. Karena itu, pihaknya terus memotivasi pengusaha maupun petani untuk meningkatkan kualitas produksinya, sehingga layak ekspor. ”Di Kabupaten Malang ini kami gelorakan bagi industri yang mampu ekspor, agar nanti bisa menambah pendapatan daerah, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sanusi.
Menanggapi bertambahnya produk asal Kabupaten Malang yang berhasil tempus pasar internasional, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny Kusumastuti Lukito mengapresiasi para pelaku usaha maupun petani. Apalagi jika pengiriman tembus negara seperti Tiongkok.
Menurut dia, melakukan ekspor, apalagi dengan tujuan Tiongkok adalah suatu hal yang tidak mudah. Sehingga dia meminta agar produsen tetap konsisten dalam menjaga kualitas produk yang mereka miliki. "Upaya ekspor ini perlu kita apresiasi, mengingat persaingan global sangat ketat. karena suatu produk harus memenuhi standar nasional. Sehingga kami juga berkomitmen akan memberikan pendampingan kepada produk lokal, agar bisa terus maju," kata Lukito kemarin.(fik/dan/rmc)
Editor : Farik Fajarwati