Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dikepras Berulang, Anggaran Proyek GOR Kanjuruhan Tinggal Rp 5 Miliar

Ahmad Yani • Sabtu, 11 September 2021 | 21:14 WIB
Kondisi proyek pembangunan GORb Kanjuruhan yang tersendat akibat anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19. (Darmono/Radar Malang)
Kondisi proyek pembangunan GORb Kanjuruhan yang tersendat akibat anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19. (Darmono/Radar Malang)
MALANG – Di antara sejumlah megaproyek yang terhenti di Kabupaten Malang adalah pembangunan GOR tipe B Kanjuruhan. Pembangunan GOR ini sudah dimulai sejak 2019 lalu. Dengan anggaran pembangunan tahap satu, atau kerangka bangunan dan atap yang mencapai Rp 14 miliar. Anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan ini sekitar Rp 25 miliar.

Tahun 2020 lalu, Dispora Kabupaten Malang menganggarkan Rp 20 miliar untuk kelanjutan proyek tersebut. Namun karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, kelanjutan pembangunannya sama sekali tak tersentuh.

Kepala Dispora Kabupaten Malang Nazarudin Seliant mengatakan, tahun ini dispora menganggarkan kembali sekitar Rp 10 miliar kelanjutan pembangunan GOR. Namun karena dampak refocusing, anggarannya kembali dikurangi menjadi Rp 5 miliar. "Awalnya Rp 10 miliar, tahu-tahu ada refocusing. Dikurangi Rp 5 miliar. Ya sudah akhirnya Rp 5 miliar itu yang kami lanjutkan," kata Nazar.

Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Malang itu melanjutkan, rencana pembangunan GOR Tipe B tahap II saat ini dalam proses lelang. Menurutnya proses lelangnya juga hampir selesai dan sedang dalam proses sanggah. Jika masa sanggah ini selesai, kata dia, akan segera dilanjutkan proses pengerjaannya.

"Ya targetnya harus tahun ini dirampungkan Rp 5 miliar itu. Kalau harapan saya, harus akhir Desember 2021 ini sudah selesei. Agar tahun 2022 depan bisa dianggarkan lagi untuk tahap selanjutnya," terang Nazar.

Namun begitu, kata dia, tidak menutup kemungkinan anggaran Rp 5 miliar itu ditambah kembali melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). "Tapi kalau (kebutuhan dana) terlalu besar ya tidak bisa. Artinya, kalau tambahnya besar, volume pekerjaannya juga besar,” pungkasnya.

Proyek keempat, yang sebenarnya sudah direncanakan sejak lama namun belum pernah ada progres pembangunannya adalah alun-alun Kepanjen. Megaproyek ini digadang-gadang akan jadi proyek mercusuar Kabupaten Malang. Tahun 2020 lalu, pemkab sempat menganggarkan Rp 60 miliar untuk pembebasan lahan sekitar 5 hektare. Namun hal itu tak bisa direalisasikan karena pandemi. (rmc/fik)
Editor : Ahmad Yani
#relokasi anggaran #Pemkab Malang #Megaproyek #Gor kanjuruhan #malang