Tahun 2020 lalu, Dispora Kabupaten Malang menganggarkan Rp 20 miliar untuk kelanjutan proyek tersebut. Namun karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, kelanjutan pembangunannya sama sekali tak tersentuh.
Kepala Dispora Kabupaten Malang Nazarudin Seliant mengatakan, tahun ini dispora menganggarkan kembali sekitar Rp 10 miliar kelanjutan pembangunan GOR. Namun karena dampak refocusing, anggarannya kembali dikurangi menjadi Rp 5 miliar. "Awalnya Rp 10 miliar, tahu-tahu ada refocusing. Dikurangi Rp 5 miliar. Ya sudah akhirnya Rp 5 miliar itu yang kami lanjutkan," kata Nazar.
Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Malang itu melanjutkan, rencana pembangunan GOR Tipe B tahap II saat ini dalam proses lelang. Menurutnya proses lelangnya juga hampir selesai dan sedang dalam proses sanggah. Jika masa sanggah ini selesai, kata dia, akan segera dilanjutkan proses pengerjaannya.
"Ya targetnya harus tahun ini dirampungkan Rp 5 miliar itu. Kalau harapan saya, harus akhir Desember 2021 ini sudah selesei. Agar tahun 2022 depan bisa dianggarkan lagi untuk tahap selanjutnya," terang Nazar.
Namun begitu, kata dia, tidak menutup kemungkinan anggaran Rp 5 miliar itu ditambah kembali melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). "Tapi kalau (kebutuhan dana) terlalu besar ya tidak bisa. Artinya, kalau tambahnya besar, volume pekerjaannya juga besar,” pungkasnya.
Proyek keempat, yang sebenarnya sudah direncanakan sejak lama namun belum pernah ada progres pembangunannya adalah alun-alun Kepanjen. Megaproyek ini digadang-gadang akan jadi proyek mercusuar Kabupaten Malang. Tahun 2020 lalu, pemkab sempat menganggarkan Rp 60 miliar untuk pembebasan lahan sekitar 5 hektare. Namun hal itu tak bisa direalisasikan karena pandemi. (rmc/fik)
Editor : Ahmad Yani