Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bupati Luncurkan Ide, Ubah Kabupaten Malang Jadi Kabupaten Kepanjen

Shuvia Rahma • Sabtu, 25 September 2021 | 20:30 WIB
Bupati Malang, Sanusi (ist)
Bupati Malang, Sanusi (ist)
MALANG - Ide "gila" digulirkan Bupati Malang HM Sanusi. Belum genap setahun menjabat, dia sudah mewacanakan untuk mengubah nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen. Tentu usulan itu menuai pro dan kontra di masyarakat. Apalagi taka da hujan dan tak ada angin, ide ini mendadak diutarakan di tengah kondisi pandemi yang belum reda ini.

Lantas apa yang mendasari Sanusi melontarkan ide itu? Menurutnya ada tiga alasan dia ingin mengubah nama kabupaten yang sudah berusia 1.260 tahun ini. "Akan kami ganti supaya ada spesifikasi tidak ada jumbuh (kesamaan, red) nama dengan Kota Malang," ucapnya.

Menurutnya, selama ini Kabupaten Malang seringkali kurang dianggap keberadaanya oleh masyarakat luar kota. Karena punya kesamaan nama dengan Kota Malang. Banyak yang masih mengira Kabupaten Malang itu adalah Kota Malang. Sehingga terkadang ada salah sasaran. Semisal bantuan yang sebenarnya digulirkan di Kabupaten Malang, malah dikirim ke Kota Malang.

Selain itu, alasan kedua yang dia sebut, yakni karena dalam peraturan pemerintah (PP) yang telah ditetapkan bahwa Kota Kepanjen merupakan ibu kota Kabupaten Malang. Sehingga sesuai hal itu, dia ingin nama Kabupaten Malang Malang jadi Kabupaten Kepanjen.

"Alasannya PP sudah berbunyi kalau ibu kota kami ada di Kepanjen," imbuhnya.

Politikus PDI Perjuangan itu melanjutkan, alasan ketiga kenapa perlu dilakukan perubahan nama, agar ketika orang luar daerah ingin datang ke Malang Raya, mereka bisa menentukan pilihannya dengan jelas. Sehingga tidak ada kesalahpahaman penentuan tujuan destinasi.

"Orang mau pergi ke Malang ini jelas mau ke Kepanjen atau Kota Malang. Karena pariwisata kadang masih sering keliru," dalih Sanusi.

Meskipun begitu, pria asal Gondanglegi itu menyebut, bahwa hal itu saat ini masih sebatas wacana belaka. Dan belum ada obrolan serius untuk segera merealisasikan hal ini. Namun, dia mengaku agar segera melakukan pembahasan dengan seluruh eksekutif dan legislatif yang ada di Bumi Kanjuruhan. Kemudian melancarkannya pada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Sementara wacana, nanti kami gulirkan agar nanti dewan juga menggulirkan. Nanti kalau sudah pandemi ini reda, eksekutif dan legislatif konsultasi ke Mendagri, kalau memang diperkenankan, akan kami ubah," jelasnya.

Dia pun tidak memberikan deadline atau target kapan wacana itu bisa diwujudkan. Menurutnya, hal itu nanti bergantung pada kemauan dan keseriusan dalam merealisasikan ide yang muncul dari orang nomor satu di Pemkab Malang ini.

Tahun 2015 silam, sempat ada isu terkait wacana pemekaran wilayah Kabupaten Malang menjadi dua Kabupaten. Yakni kabupaten di bagian utara, yang meliputi Singosari, Karangploso, Dau, Pakis, dan beberapa daerah lain. Serta kabupaten bagian selatan mulai dari Bululawang, Pakisaji, Kepanjen, hingga daerah pesisir pantai.

Hal itu dilakukan karena saat ini Kabupaten Malang mempunyai kontur wilayah yang sangat luas, atau sekitar 3.535 km persegi, atau sekitar 353.500 hektar. Terdiri atas 33 kecamatan, 378 desa dan 12 kelurahan. Hal itu menyebabkan kurang maksimalnya pelayanan publik yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada masyarakatnya. Sehingga atas adanya wacana baru ini, banyak pihak yang berspekulasi bahwa ide bupati ini salah satu cara untuk memulai wacana pemekaran tersebut.

Namun saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Sanusi menampik. Dia tidak membenarkan jika tujuan wacana perubahan nama ini sebagai bagian dalam unsur wacana pemekaran.

"Makanya supaya tidak ada pemekaran ini kami batasi sebagai Kota Kepanjen. Kotanya di Kepanjen nanti. Malang kalau ibu kotanya Kepanjen kan tidak pas, Kabupaten Kepanjen ibukotanya Kepanjen. Singosari (tetap) kecamatan. Kecamatan Singosari ibu kota Kepanjen," tegas mantan dosen Unisma ini. (fik/abm/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#kabupaten kepanjen #Kabupaten Malang #Bupati Malang #Sanusi