Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korsleting, Pabrik Pengolahan Kulit Kopi Turen Dilalap Api

Shuvia Rahma • Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:30 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di kebakaran pabrik pengolahan kulit kopi di Turen, Malang (ist)
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di kebakaran pabrik pengolahan kulit kopi di Turen, Malang (ist)
TUREN – Sebuah bangunan industri pengolahan kulit kopi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, hangus terbakar, Kamis (7/10), sekitar pukul 04.00 pagi. Dugan sementara, bangunan milik Sukeni, 55, yang berada di Jalan Jatirenggo, RT 02 RW 09, Desa Talok, itu terbakar akibat korsleting listrik.

Menurut saksi mata, warga mengetahui kebakaran itu saat asap tebal sudah membubung cukup tinggi. Dengan cepat, bara api menjalar ke tumpukan kulit kopi dan kayu-kayu bangunan. Warga sudah berusaha habis-habisan memadamkan kebakaran itu. Namun hingga tiga jam berlalu, kobaran api masih terus membesar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) PMK Kabupaten Malang Goly Karyanto menjelaskan, kejadian itu baru dilaporkan pada pukul 07.12. ”Warga sebenarnya sudah berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun karena tak kunjung padam, mereka melapor ke Pemadam Kebakaran,” ucapnya.

Ketika petugas tiba di lokasi pada pukul 07.38, api dan asap tebal masih ”menyelimuti” bangunan milik warga Dusun Lambangsari, RT 40 RW 09, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit itu. Enam mobil pemadam kebakaran milik PMK Kabupaten Malang dan PT Pindad dikerahkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, api akhirnya bisa benar-benar dipadamkan. ”Pemadaman selesai sekitar pukul 09.31,” terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Berdasar taksiran sementara PMK Kabupaten Malang, pemilik bangunan mengalami kerugian material hingga Rp 150 juta.

Berkaca pada kejadian tersebut, Goly mengimbau agar masyarakat segara melapor ke petugas pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran yang merembet ke bangunan. Tujuannya untuk menghindari potensi adanya korban dan meminimalkan kerugian.

”Sambil dipadamkan dengan alat seadanya, segera laporkan ke petugas,” pungkas Goly. (fik/fat/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#damkar kabupaten malang #pabrik pengolahan kopi #kebakaran turen