Salah seorang warga yang pertama kali mengungkap kejadian itu adalah Rusmiati. Sekitar pukul 15.30, perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu mendatangi rumah Agung dan Fitri untuk membeli bunga anggrek.
”Saya panggil-panggil dari depan rumah kok tidak ada yang menjawab. Akhirnya saya masuk ke dalam rumah,” kata Rusmiati kemarin (27/10).
Saat mendekati kamar di lantai bawah, Rusmiati menemukan Agung meringis kesakitan sembari duduk bersandar pada tembok. Di sebelah Agung tampak tubuh Fitri yang sudah tak bernyawa dengan luka sayatan di bagian tangan. ”Saya kaget melihat kondisi keduanya. Saat itu juga saya melapor kepada ketua RW dan Polsek Singosari,” ucapnya.
Menurut Rusmiati, pasangan itu memang dikenal sering bertengkar di dalam rumah. Namun selama ini para tetangga tidak pernah mendengar adanya tindakan kekerasan. Karena itu, Rusmiati heran lantaran pertengkaran terakhir itu berakhir fatal.
Salah seorang tetangga korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kematian Fitri sebenarnya merupakan akibat bunuh diri. Dia mengatakan, pasangan yang tinggal bersama meski belum menikah itu memang sering cekcok dan diketahui para tetangga. Senin lalu (25/10), tetangga itu mendengar pertengkaran hebat, disusul teriakan seorang laki-laki dari dalam rumah.
”Setahu saya, awalnya Fitri menusuk perut Agung hingga terjatuh. Mungkin karena takut dan panik, Fitri berusaha menyayat tangannya sendiri,” ucap salah seorang perempuan tetangga korban.
Setelah kejadian itu, dia melapor ke rumah Eko, ketua RW 03 desa setempat. Eko akhirnya juga mendatangi lokasi kejadian dan mendapati dua orang terluka parah. Dia bahkan berinisiatif untuk menelepon ambulans, namun akhirnya tidak jadi karena Agung sudah melakukannya lebih dulu.
”Agung mengatakan sudah menghubungi ambulans sambil menunjukkan handphone ke saya,” ujarnya.
Eko juga memastikan bahwa pasangan itu sebenarnya belum menikah, namun tinggal bersama sudah cukup lama. ”Dulu pernah mengurus surat tanah, tapi tidak bisa menyerahkan bukti surat nikah. Dan surat itu belum saya terima lagi sampai sekarang,” ucapnya.
Pantauan di lokasi kejadian kemarin, rumah dua lantai yang ditempati Fitri dan Agung tampak sepi. Pita police line tampak di pasang di kamar lantai bawah rumah tersebut. Tampak pula motor Honda Beat dan Honda Vario tanpa pelat nomor terparkir di depan rumah. Banyak tanaman hias yang dipajang di depan rumah.
”Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Korban sudah berada di kamar jenazah RSSA. Sedangkan Agung yang mengalami luka juga sedang dirawat di UGD,” ucap Octa Kapolsek Singosari Kompol Octa Panjaitan. (cj9/fat/rmc)
Editor : Shuvia Rahma