"Melalui kegiatan ini, kami berharap guru bahasa mandarin mampu memanfaatkan dan mendesain pembelajaran media kreatif. Di masa pandemi ini tujuannya agar pembelajaran daring tercapai dengan maksimal," terang Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Ma Chung Dr Daniel Ginting SS MPd.
Dia mengatakan, Universitas Ma Chung ingin memberikan kontribusi lebih kepada guru di Malang Raya. Sebab kondisi pandemi ini membuat sebagian guru merasa kaget lantaran belum terbiasa menggunakan metode pembelajaran dengan video.
"Yang terjadi sekarang ini guru kaget, karena tiba-tiba harus melakukan pembelajaran daring. Padahal dasar ilmunya adalah pembelajaran tatap muka,” kata dia.
”Akibatnya, guru asal dalam menggunakan media daring, sehingga siswa stres lantaran tidak memahami materi pembelajaran," tambahnya.
Daniel menjelaskan, metode mengajar daring harus ada kombinasi pembelajaran sinkronik dan asinkronik. Untuk pembelajaran asinkronik, kata dia, siswa diberi materi tentang pembelajaran yang bisa diunduh. Sedangkan pembelajaran sinkronik, siswa menggunakan media seperti zoom yang difokuskan pada pemberian tugas pada siswa. Editor : Mahmudan