”Seperti yang tertuang dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kabupaten Malang, kami memang ingin terus mendorong agar setiap desa punya satu destinasi wisata," ujar H M. Sanusi di sela-sela meresmikan destinasi wisata Kedung Gupit.
Lewat keberadaan destinasi tersebut, Sanusi berharap perekonomian warga sekitar turut terdongkrak. Di samping juga menguatkan branding Kabupaten Malang sebagai daerah wisata, baik alami maupun buatan.
Namun bagi desa yang tidak memiliki potensi untuk dikembangkan, pria asal Gondanglegi itu memotivasi bahwa masih banyak potensi yang bisa mereka gali. "Kalau tidak punya potensi wisata, bisa digali dari produk unggulannya. Atau juga bersinergi dengan desa disekitarnya untuk berkolaborasi," terang pria kelahiran 20 Mei 1960 itu.
Di tempat berbeda, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto juga meresmikan Kampung Gatot di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung. Gatot merupakan olahan makanan dari singkong yang dikeringkan. Jajanan ini sering ditemui di pasar maupun event-event tempo dulu. Di Desa Ngebruk, olahan pengganti nasi tersebut menjadi warisan turun temurun yang dilestarikan oleh warga setempat.
"Jajanan gatot yang selama ini dikenal sebagai makanan tradisional, ternyata bisa disulap menjadi keunikan yang bernilai tinggi, bahkan menjadi ikon desa yang dikemas dengan branding Kampung Gatot," kata Didik.
Harapannya, potensi-potensi serupa juga bisa menjadi motivasi bagi desa-desa yang lain untuk mem-branding wilayahnya dengan hal yang kecil namun punya pengaruh signifikan. Selain itu, pemkab juga berkomitmen untuk memberikan dukungan baik dalam bentuk program maupun promosi agar kampung-kampung tematik yang ada di Kabupaten Malang bisa lebih dikenal.
Targetnya, semua desa yang ada di Kabupaten Malang bisa menjadi desa mandiri. Maka selain bisa membangun wilayahnya sendiri, desa-desa tersebut juga dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan di Kabupaten Malang. (iik/dan) Editor : Mahmudan