Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ini Rencana Lokasi Dibangunnya RS Internasional di Kabupaten Malang

Mahmudan • Senin, 10 Januari 2022 | 21:00 WIB
Bupati Malang Sanusi
Bupati Malang Sanusi
KEPANJEN – Belum terealisasi pembangunan rumah sakit (RS) jantung di Kepanjen, Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM sudah melontarkan wacana pembangunan RS lagi, bahkan bertaraf internasional. Rencananya, RS tersebut bakal dibangun di Malang Timur.

Insya Allah ada (rumah sakit internasional,” kata Sanusi, kemarin (9/1). Ditanya soal lokasi detailnya, pria berlatar belakang pengusaha tebu itu menyebut beberapa opsi yang sudah masuk dalam pembahasan. ”Salah satunya ada di Kecamatan Turen, di daerah perkotaannya," ujarnya. Pria asal Gondanglegi ini mengatakan, pembangunan rumah sakit tersebut kini dalam tahap negosiasi. Jika tidak ada kendala, Pemkab Malang bakal menyeriusi megaproyek tersebut mulai tahun ini.

Lantas seperti apa konsep rumah sakit bertaraf internasional tersebut? Sanusi mengatakan, fasilitas kesehatan tersebut bakal memiliki kekhususan dalam pelayanan. ”Lebih mengarah kepada (pelayanan) yang belum kami miliki, antara lain untuk (pengobatan) penyakit jantung dan stroke,” beber Sanusi.

Mengenai besaran investasi, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu masih belum membeber. Namun dia berharap, keberadaan RS itu nanti bisa bersinergi dengan fasilitas kesehatan (faskes) lain yang sudah ada di kabupaten. Misalnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan dan RSUD Lawang.

Di sisi lain, Sanusi menekankan program prioritas utama di sektor kesehatan yang bakal digenjot pada tahun 2022 ini  yakni pelayanan public safety center (PSC) 119. Lewat program tersebut, dia meminta agar seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang responsif, efektif, efisien, dan tepat sasaran pada masyarakat yang membutuhkan. Prioritas lainnya yakni terkait penanganan pandemi Covid-19. Suami dari Anis Zaidah itu menyebut, pihaknya masih perlu mendorong singkronisasi data antara Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dengan Komisi Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat, hingga kemarin (9/1) terdapat 8 kasus Covid-19 aktif. "Yang dua dirawat di ICU, sedangkan sisanya enam orang dirawat biasa," kata Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo. Seluruh pasien tersebut kini dirawat di RS. Dibanding dengan pekan sebelumnya, Arbani menyebut kasus Covid di kabupaten relatif mengalami penurunan. "Karena sebelumnya tercatat sebanyak 28 kasus aktif," ujarnya.

Begitu pun terkait kasus varian Omicron, Arbani mengatakan, hasil sample yang dikirimkan ke Rumah Sakit Universitas Airlangga beberapa waktu yang lalu dipastikan merupakan varian delta. Sementara untuk capaian vaksinasi, secara keseluruhan mencapai 83,10 persen. Sedangkan untuk kelompok lanjut usia (lansia) kini berada di angka 61 persen, sementara anak-anak usia 6 - 11 tahun sudah mencapai 67,3 persen. (iik/dan) Editor : Mahmudan
#RS internasional #Kesehatan #berita terkini #Kabupaten Malang #radar malang