Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kecelakaan itu bermula saat korban yang mengendarai Honda Beat bernopol N 4559 EBQ melaju dari selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Saat melintas di lokasi dia berusaha mendahului Bus Haryanto.
Di luar dugaan, dari arah utara ada truk gandeng yang berjalan dengan kecepatan sedang. Korban yang saat itu telanjur masuk ke lajur kanan terimpit dua kendaraan besar. Akhirnya setir motornya menyentuh badan truk gandeng. Kendaraannya pun oleng dan dia terjatuh ke sisi ban belakang sebelah kanan bus. ”Ruang jalan yang tersisa sangat sempit, sehingga motor yang dikendarainya oleng ke kiri dan terlindas bus,” ucap Mujib, 68, warga setempat.
Pria yang juga menjadi ketua RT 03 Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji itu menyebut bila korban juga terlindas di bagian kepala. ”Korban meninggal di tempat,” kata dia. Setelah petugas datang, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Kanjuruhan. Maksum Mohamad Solikin, 30, sopir Bus Haryanto bernopol B 7203 VGA mengaku kaget atas kejadian tersebut.
Sebab, siang itu kondisi sedang macet dan dia tidak mengetahui ada seorang perempuan yang hendak menyalip kendaraannya. ”Posisi kendaraan sangat pelan. Dari utara ada truk gandeng, dan korban hendak menyalip saya,” ucap warga Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu. Selanjutnya, Maksum mengaku sempat mendengar teriakan. Dengan spontan dia memutar setir ke sebelah kiri hingga menerobos teras rumah warga.
Namun, usaha Maksum siasia. Perempuan 27 tahun masih terlindas busnya. ”Saya sempat berusaha menepi,” tambah dia yang hendak membawa lima penumpang ke Jakarta. Setelah kecelakaan, bus tersebut terpaksa membatalkan perjalanan ke Jakarta. ”Saya dan dua orang penumpang lainnya batal berangkat. Yang dua orang naik bus lain (dan tetap melanjutkan perjalanan, red),” tambah Lilik, penumpang bus tersebut.(nif/by) Editor : Mardi Sampurno