Dalam Purnawiyata tahun ini, siswa mengusung budaya Jawa dipadu tari Topeng Malangan sebagai kearifan lokal. Acara diawali dengan lantunan pembawa sesi acara dengan Bahasa Jawa dengan jargon temanya “Budaya dan Bangsa”.
Balutan tarian adat jawa dan tarian adat lokal Malang mengisi serangkaian kegiatan Purnawiyata tahun ini.
Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Al-Khalifah, Nur Kholidah menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada siswa – siswi kelas IX yang telah dinyatakan lulus.
Mewakili yayasan Nusa Indah MTs Al Khalifah, dirinya beserta para dewan guru mendorong seluruh alumni agar memiliki jiwa optimis dan bukan pesimis.
Menurutnya, konsep gelaran Purnawiyata berbahasa Jawa, hakikinya tentang pendidikan merdeka. Seluruh siswa-siswi dengan merdeka mencurahkan totalitas kreasi ide-idenya, konsep kebangsaan berbalut budaya dan kultural kearifan lokal. Sehingga mengingatkan begitu besar perjuangan para pahlawan kita, ulama kita, perjuangan para santri bahwa kita harus punya komitmen tegas sebagai penerus bangsa dan mencintai NKRI.
“Pondasi sudah kami ajarkan, berdirilah gagah menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, yang semakin ekstrim, dan berubah dengan sangat cepat. Jadilah alumni mental kuat. Anak muda optimis, tunjukkan prestasimu. Jadilah juara dipanggung-panggung modern seperti juara hafidz Alquran, membuat karya start-up dan jadilah atlet-atlet berprestasi di ajang kompetesi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Dr Musta’in melalui Pengawas Madrasah, Yuli Nur Rahmawati mengatakan, MTs Al-Khalifah adalah sekolah madrasah yang mandiri serta luar biasa bisa mengangkat dalam hal kebudayaan bangsa yaitu Jawa. Serta, menghadirkan kearifan lokal berupa tari Topeng Malangan.
“Saya ikut bangga karena MTs Al Khalifah sudah mengajarkan bahasa Jawa untuk komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah,” ungkap Yuli
Yuli menjelaskan, adab Jawa dalam hendaknya di teruskan dan menjadi kebiasaan yang baik setiap hari di lingkungan sekolah. Sehingga, mampu menjadi ikon MTs Al khalifah sebagai madrasah yang berbudi pekerti tinggi dan adab sopan santun yang baik.
Yuli juga nemuji kepala madrasah MTs Al Khalifah. Dimana acara Purnawiyata berkonsep budaya Bahasa Jawa dan penuh rasa kebangsaan. “Konsep Purnawiyata ini baru satu-satunya. Saya sangat terkesan melihat anak-anak ini karena punya andap asor (Sopan santun) yang luar biasa. Bapak ibu wali murid tolong di ajak saudara, tetangga untuk menyekolahkan anaknya di MTs Al Khalifah karena sekolah ini luar biasa baiknya untuk generasi penerus bangsa,” tutur Yuli. (*/mas) Editor : Mardi Sampurno