Saat ditemukan, Fendi (panggilan akrabnya) tampak mengenakan celana krem dan kaus tipis berwarna merah. Dalam rekaman video yang dibagikan tim pencari dari BPBD, Fendi tampak lemas. Para relawan dan tim SAR kemudian memberikan teh manis dan roti agar Fendi kembali memiliki tenaga.
”Saat ditemukan dalam kondisi dehidrasi dan lemas.Besar kemungkinan dia tidak makan dan minum lebih dari 48 jam,” ujar Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kepada Jawa Pos Radar Malang.
Hilangnya Fendi di kawasan Gunung Bromo memang sempat mengundang misteri. Pada Minggu pagi (19/6), dia mengendarai motor bersama enam temannya dari Penanjakan menuju lautan pasir Bromo. Tiba-tiba dia berhenti dan pamit dengan alasan ingin pulang lebih dulu. Share lock terakhir yang dikirim Fendi ke teman-temannya menunjukkan lokasi lautan pasir Bromo yang masuk wilayah Wonokitri, Pasuruan.
Namun saat teman-temannya sudah pulang, Fendi tak kunjung datang. Dia dinyatakan hilang pada Minggu sore. Pencarian yang dilakukan pada Senin (20/6) hanya menemukan barang-barang milik Fendi. Di antaranya, motor Suzuki Satria FU N 5851 ECZ, helm, jaket,biskuit, serta handphone. Barang-barang itu ditemukan Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS)di Bukit Emprit yang masuk wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Proses pencarian kembali dilanjutkan mulai Selasa pagi, pukul 09.00. Sekitar 80 personel menyisir area di sekitar barang-barang milik Fendi ditemukan. Mereka merupakan tim gabungan dari BBTNBTS, Basarnas, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Probolinggo, Polri, serta relawan Malang Raya.
Fendi akhirnya ditemukan di bawah tebing sekitar Blok Mendongan, sisi barat lautan pasir Gunung Bromo. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat motor dan barang-barang milik pemuda itu ditemukan. Setelah diberi sedikit makanan, Fendi diangkut dengan tandu SAR.
Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Apalagi posisi Fendi ditemukan itu berada di tebing yang curam. Tandu harus dijalankan secara estafet dari tebing hingga ke bawah. Bagian belakang tandu diikat dengan tali untuk menahan laju proses evakuasi di kemiringan tebing.
Saat sampai di tanah datar, Fendi mendapatkan pemeriksaan dari tim medis. Tampak beberapa luka lecet di tangan dan kaki. ”Sakit di sini,” katanya sembari memegang kedua kali dan sikunya. Ketika ditanya apakah merasa pusing, Fendi menggelengkan kepala dan memberi isyarat jempol kepada tim medis.
Selanjutnya Fendi dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Hingga kemarin sore, BPBD Kabupaten Malang masih menanti laporan detail tentang kondisi terakhir dan penyebab Fendi tersesat di Gunung Bromo. (fin/fat) Editor : Mardi Sampurno