Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hidupkan Pesisir, Bangun Tujuh TPI

Mardi Sampurno • Jumat, 1 Juli 2022 | 16:50 WIB
EKSOTIS: Pantai Licin di Desa Lebakharjo, Ampelgading yang diwarnai sejumlah perahu nelayan, kemarin (30/6).(YUDISTIRA/RADAR KANJURUHAN)
EKSOTIS: Pantai Licin di Desa Lebakharjo, Ampelgading yang diwarnai sejumlah perahu nelayan, kemarin (30/6).(YUDISTIRA/RADAR KANJURUHAN)
KABUPATEN – Sejumlah rencana disiapkan untuk mengoptimalkan potensi perikanan di pesisir Malang selatan. Salah satunya dengan rencana memperbanyak tempat pelelangan ikan (TPI) di sejumlah lokasi untuk menampung hasil laut para nelayan. Sedikitnya ada tujuh lokasi yang akan didirikan TPI.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyatakan, rencana membangun tujuh TPI tersebut terus dimatangkan.  Lokasi yang diusulkan meliputi pantai Kondang Merak, Kondang Buntung, pantai tanpa nama di sisi timur Sendangbiru, pantai Tamban dan Pantai Wedi Awu. Dua  TPI lainnya direncanakan dibangun di Pantai Sipelot dan Pantai Licin.

"Satu dari tujuh TPI, kami usulkan di Pantai Licin, Kecamatan Ampelgading. Tetapi, perlu kajian lebih dalam lagi. Karena, akses jalan dari Ampelgading menuju Pantai Licin masih ekstrem dan susah," kata Victor kemarin (30/6).

Menurutnya, keberadaan TPI tersebut untuk memfasilitasi nelayan menjual hasil tangkapan ikannya.  ”Tujuh usulan lokasi TPI tersebut karena sebagian warga di sana memang pekerjaanya sebagai nelayan,” terang Victor.  Dengan hadirnya TPI, diharapkan bisa memberi dampak ganda dengan meningkatnya perekonomian warga pesisir.

Saat ini, yang sedang dilakukan studi dan kajian pembangunan TPI adalah di Kondang Merak. Pantai ini terletak di sisi barat Sendangbiru. "Realisasi terdekat adalah kajian Kondang Merak. Mudah-mudahan awal tahun depan ada anggaran pembangunan fisik (Kondang Merak)," sambungnya.

Sementara untuk Pantai Licin di Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading yang juga diusulkan sebagai TPI juga masih membutuhkan kajian. Pantai di pesisir paling timur milik Kabupaten Malang tersebut menjadi tempat sandar belasan kapal nelayan. Ombak yang tenang turut mendukung potensi laut selatan Bumi Kanjuruhan yang berbatasan langsung dengan wilayah Lumajang ini.

Selain terkait persoalan anggaran, status lahan juga masih menjadi kendala  dengan rencana pembangunan 7 TPI. Karena sebagian besar pantai tersebut merupakan milik Perum Perhutani. Sehingga, bila Pemkab ingin bikin TPI di tujuh lokasi, perlu koordinasi dengan Perhutani. ”Supaya, tidak ada persoalan status lahan,” jelas Victor.

Jawa Pos Radar Malang mencoba secara langsung rute menuju Pantai Licin, kemarin (30/6). Rute berangkat adalah Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading. Dan, sesuai dengan pernyataan Victor, jalur di situ memang ekstrem. Terpantau, banyak jalan yang sudah rusak. Aspal mengelupas dan menyisakan bebatuan.

Kerusakan yang paling menyulitkan pengendara, yaitu bebatuan di tanjakan. Kemudian, kerusakan lainnya adalah di Desa Lebakharjo. Untuk menempuh jalan dari Sonowangi ke Lebakharjo butuh waktu satu jam. Kemudian, dari batas desa Lebakharjo dengan Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang masih memakan waktu 60 menit juga.

Ini ditambah dengan ekstremnya jalur. Terutama, jalan cor menuju pantai yang hanya bisa dilewati satu sepeda motor. Sementara untuk mobil dipaksa lewat jalan bergeronjal. Di Pantai Licin sendiri, terpantau belasan perahu nelayan terparkir tanpa awak, siang kemarin. Sejumlah kapal merupakan bantuan dari pemerintah.

Ada kapal sumbangan dari pemerintah pusat. Tapi, Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perikanan Kabupaten Malang juga terlihat di pantai tapal batas itu. Pemkab telah mengucurkan bantuan berupa kapal untuk nelayan Licin tahun 2021. Menurut Victor, nelayan di Licin, sangat nyaman dalam berburu ikan.

Sebab, lanskap pantai Licin sangat mendukung. Posisi bibir pantai menjorok ke dalam. Lokasinya seperti teluk. Pun, ada sejumlah karang yang melindungi pesisir. Sehingga, tidak ada ombak besar di pantai tersebut. "Nelayannya cukup nyaman berlayar di sana. Tetapi, mengangkutnya saja yang agak ekstrem akibat jalan," ujar Victor. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Potensi Perikanan #Tempat Pelelangan Ikan #pesisir